Jam Pertama Joe Biden Jadi Presiden, Ancam Pecat Pegawai Gedung Putih

Baca Juga

MATA INDONESIA, WASHINGTON – Joe Biden dan Kamala Harris langsung tancap gas bekerja sesaat setelah diambil sumpahnya sebagai Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat. Di jam pertamanya sebagai Presiden Biden mengeluarkan ancaman akan langsung memecat setiap pegawai Gedung Putih yang toxic.

Hal itu diungkapkannya saat menyaksikan pejabat baru Gedung Putih. Dia ingin staf Gedung Putih memperlakukan setiap manusia dengan sopan.

Sesuatu yang menurutnya telah “sangat hilang dalam empat tahun terakhir” di lingkungan kepresidenan.

“Jika Anda pernah bekerja dengan saya dan saya mendengar Anda memperlakukan kolega lain dengan tidak hormat, berbicara dengan seseorang, saya akan memecat Anda di tempat,” kata Biden yang dikutip, Kamis 21 Januari 2021.

Biden sengaja langsung tancap gas karena ingin segera mengakhiri krisis yang sedang dihadapi Amerika Serikat hari ini, mulai dari Pandemi Covid19 hingga terpuruknya ekonomi yang mengakibatkan pengangguran bertambah.

Selain itu, Biden juga langsung menandatangani 15 tindakan eksekutif dan dua tindakan keagenan seperti dilaporkan CNN.

Salah satunya dia menandatangani perintah wajib masker di lingkungan pemerintahan federal, perintah untuk memastikan kesetaraan rasial dan menyatakan bergabung kembali dengan kesepakatan iklim Paris.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini