Jalur Gaza Memanas, Serangan Udara Israel Tewaskan 10 Orang Palestina

Baca Juga

MATA INDONESIA, JALUR GAZA – Suasana di Jalur Gaza semakin memanas setelah Israel menembakkan senjata berat. Serangan tersebut dikabarkan menewaskan 10 orang Palestina.

Dari 10 orang yang tewas, satu di antaranya adalah pemimpin militan, Tayseer Jabari. Pihak Israel mengatakan, serangan itu dilancarkan setelah mendapat ancaman langsung dari kelompok Jihad Islam Palestina (PIJ) yang diklaim melakukan serangan lebih dulu.

Tak hanya militan, serangan udara Israel menewaskan warga sipil salah satunay adalah seorang bocah perempuan berusia lima tahun. PIJ menanggapi serangan itu dengan menembakkan lebih dari 100 roket ke Israel.

Sebagian besar roket dicegat oleh perisai pertahanan rudal Iron Dome Israel, tetapi sirene terdengar di sejumlah kota Israel sepanjang malam.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan telah melanjutkan serangan roket ke beberapa posisi militan di Gaza, melanjutkan serangan hingga Sabtu dini hari waktu setempat.

Baku tembak semalam menandai eskalasi kekerasan paling serius sejak perang selama 11 hari pada Mei 2021, yang menewaskan lebih dari 200 warga Palestina dan selusin orang Israel sebelum gencatan senjata disepakati.

“Israel melakukan operasi kontra-teror yang tepat terhadap ancaman langsung,” kata Perdana Menteri Israel, Yair Lapid, ketika disinggung soal serangan yang diluncurkan ke Gaza.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini