Jaksa Terkenal Paraguay Ditembak Mati saat Bulan Madu di Negeri Orang

Baca Juga

MATA INDONESIA, BOGOTA – Marcelo Pecci, jaksa yang terkenal melawan kejahatan terorganisir di Paraguay, ditembak mati saat tengah bulan madu di Kolombia.

Pecci sedang berada di pantai pulau wisata indah, Baru, ketika dia dibunuh oleh dua pria bersenjata. Beberapa jam sebelum insiden penembakan, istri Pecci mengumumkan di Instagram bahwa dia sedang hamil.

Istrinya Pecci yang merupakan jurnalis, Claudia Aguilera, mengatakan bahwa mereka didekati oleh dua pria di pantai pribadi sebelum suaminya ditembak. Dia mengatakan dia tidak menerima ancaman apapun.

“Dua orang menyerang Marcelo. Mereka datang dengan perahu kecil atau sejenis jet ski. Sebenarnya saya tidak melihat mereka dengan baik,” ujarnya, dikutip dari BBC, Rabu 11 Mei 2022.

Salah satu pria tersebut langsung menembak Pecci tanpa mengeluarkan satu patah kata pun. Dua peluru ditembakkan mengenai wajah dan bagian punggung.

“Pembunuh tiba di pantai dan menyerang serta membunuh salah satu tamu kami,” bunyi keterangan Hotel Decameron, tempat keduanya menginap.

Presiden Paraguay Mario Abdo Benitez menggambarkan penembakan itu sebagai pembunuhan pengecut. Sementara rekan Pecci, Agusto Salas, mengatakan, serangan itu mirip dengan kartel narkoba.

Kepala kepolisian dan penyelidik Kolombia dari Paraguay sudah bertolak ke Kolombia untuk melakukan investigasi atas kasus tersebut. Pecci dikenal sebagai jaksa spesialis kejahatan terogranisasi, narkoba, pencucian uang, dan teror keuangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini