Jaksa Agung Perintahkan Aparatnya Steril dalam Penanganan Kasus Minyak Goreng

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Peringatan keras dari Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin. Ia  mewanti-wanti jajarannya tidak bermain dalam penanganan kasus korupsi minyak goreng. Dia memerintahkan anggota untuk steril.

”Agar jajaran Bidang Tindak Pidana Khusus untuk tetap fokus dengan penyelesaian perkara secara profesional, berintegritas dan steril terhadap kepentingan apa pun,” kata Burhanuddin, Senin, 25 April 2022.

Jaksa Agung juga memerintahkan jajarannya untuk bersikap netral dan tidak terkooptasi dengan kepentingan politik. Kemudian, tidak terpengaruh dengan isu-isu politik di luar.

”Jaksa Agung RI akan memantau dan mengendalikan secara ketat setiap penanganan perkara yang terkait dengan hajat hidup orang banyak/kepentingan masyarakat,” kata dia.

Terakhir, dia memastikan kejaksaan secara kelembagaan tetap netral. Tak ada kepentingan politik dan kekuasaan dalam penegakan hukum.

”Kejaksaan RI selalu mengedepankan profesionalitas, integritas, transparan, dan akuntabel dalam setiap penanganan perkara,” katanya.

Pernyataan Jaksa Agung sehubungan dengan pemberitaan di media massa dan elektronik terkait polemik penanganan perkara minyak goreng yang mengaitkan dengan kepentingan politik dan kekuasaan tertentu. Jaksa Agung mengeluarkan perintah ke seluruh jajaran baik di Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri.

Kejagung telah menetapkan empat tersangka dalam dugaan korupsi terkait minyak goreng, salah satunya anak buah Menteri Perdagangan M Lutfi, yaitu Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana.

Ketiga tersangka lainnya adalah Master Parulian Tumanggor dari PT Wilmar Nabati Indonesia, Stanley MA dari PT Pelita Agung Agrindustri/Permata Hijau Group, dan Picare Tagore Sitanggang dari PT Musim Mas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Bangun IKN Dengan Tetap Memberdayakan Masyarakat Lokal

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur bukan hanya tentang memindahkan pusat pemerintahan, tapi juga tentang membangun masa...
- Advertisement -

Baca berita yang ini