Jaga Ketahanan Pangan, Yuk Donasi Bibit Pertanian

Baca Juga

MATA INDONESIA, MAJENE – Tak hanya berbagi sembako, buku dan obat-obatan. 10 Rumah Aman dan Pustaka Bergerak melakukan langkah cerdas, donasi bibit pertanian. Program ini baru saja diluncurkan pada Senin 4 Mei 2020 lalu.

Memanfaatkan lahan sekitar rumah, penguatannya difokuskan pada tanaman hortikultura. Donasi bibit tanaman pertanian ini nantinya akan dibagikan kepada masyarakat untuk dibudidayakan.

Penguatan ketahanan pangan menjadi hal utama, apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti ini. Melalui Open Donasi Bibit Pertanian, masyarakat akan diajak berperan aktif dan mandiri menyediakan kebutuhan pangan sehatnya,” ujar Founder Pustaka Bergerak Nirwan Ahmada Arsuka, Selasa 5 Mei 2020.

Program Open Donasi Bibit Pertanian digulirkan resmi di RT 01 Lingkungan Galung Barat, Galung, Banggae, Majene, Sulawesi Barat.

Dimotori Onthel Pustaka Majene, program tersebut terbuka bagi donasi bibit 5 komoditi pertanian. Sebut saja, Open Donasi bagi bibit Jagung, Sayuran, Ubi Jalar, Tomat, hingga Cabai. Program ini juga terbuka bagi donasi Polybag sebagai media tanamnya.

”Komoditi yang dipilih program Open Donasi Bibit Pertanian menurut profil masyarakatnya. Artinya, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan potensi wilayahnya. Dengan begitu, manfaat dari program ini bisa dirasakan seluruh elemen di daerah. Kami tentu berharap, komoditi pertanian itu bisa memberikan tambahan income besar setelah kebutuhan tiap keluarga terpenuhi,” ujar Nirwan.

Memenuhi dan menjaga pangan sehat bagi keluarga, Majene memang jadi sentra bagi beberapa produk pertanian.

Mengacu https://humas.majenekab.go.id, area ini memiliki sedikitnya 6 komoditi unggulan sektor pertanian pada 2013. Selain Padi Sawah, ada komoditi Ubi Jalar, Jagung, Kacang Hijau, Padi Ladang, dan Ubi Kayu. Luas lahan keseluruhan untuk komoditi tersebut mencapai 4.610 Hektar.

Dari komposisi pertanian unggulan Majene pada 2013 tersebut, Jagung mampu menghasilkan produksi 2.492,9 Ton. Sebarannya pun merata pada 8 kecamatan di Majene.

Adapun Ubi Jalar memiliki kapasitas produksi 1.001, 17 Ton dengan lahan di seluruh wilayah Majene. Untuk komoditi hortikultura, Majene berhasil mengembangkan produksi Cabai hingga Wortel, Kol (Kubis), dan sayuran lainnya. ”Kami harus mengoptimalkan potensi yang ada. Kondisi dari lahan di sini memang sangat cocok untuk beberapa komoditi pertanian. Dan, itu yang kami dorong. Nantinya bibit yang masuk akan langsung didistribusikan kepada masyarakat. Apalagi, program ini didesain jangka panjang dengan momentum pandemi Covid-19,” ujar pendiri Onthel Pustaka Majene, Muhammad Saleh.

Secara teknis, masyarakat bisa menerapkan program Open Donasi Bibit Pertanian di tiap jengkal lahan. Komoditi Sayuran bisa mengoptimalkan fungsi dari pekarangan sehingga lebih mudah saat dibutuhkan. Apabila masyarakat tertarik dan akan memberikan donasinya bisa menghubungi nomor 085299319858. Untuk menyiasati social distancing, maka Onthe Pustaka Majene yang akan bergerak menjemputnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini