Jadikan Pandemi Covid-19 Momentum Benahi Sistem Kesehatan, Layanan Primer Harus Diperkuat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pandemi Covid-19 dijadikan Presiden Jokowi sebagai momentum memperbaiki ketahanan sistem kesehatan global, termasuk dalam negeri.

Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono menyetujui rencana itu dengan satu syarat utama.

“Perkuat Layanan Primer, perlu dibangun klinik kesehatan primer di setiap kecamatan – ada 170 an Kecamatan belum ada – dengan tenaga dan alkes yg lengkap di Indonesia,” ujar Pandu dalam pernyataan tertulis yang dikutip Jumat 12 Januari 2022.

Menurut Pandu, jika layanan primer masih terbengkalai akan sulit bagi Indonesia untuk mengadvokasi ketahanan kesehatan global di Kelompok G20.

Kepada negara-negara G20, Presiden Jokowi mengusulkan solusi permanen agar dunia sanggu menghadapi masalah kesehatan yang tidak terduga seperti pandemi Covid-19 ini.

Indonesia mendorong penguatan arsitektur sistem ketahanan kesehatan dunia yang dijalankan oleh sebuah badan dunia.

Badan tersebut bertugas menggalang sumber daya kesehatan dunia, antara lain untuk pembiayaan darurat kesehatan dunia, pembelian vaksin, obat dan alat kesehatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ramadan: Menanam Benih Toleransi, Menggugurkan Akar Radikalisme

Oleh: Juana Syahril)* Bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum ibadah spiritual bagi umat Islam, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat nilai-nilai sosial seperti toleransi dan pengendalian diri. Di tengah meningkatnya polarisasi di era digital, semangatRamadan dapat menjadi fondasi penting untuk mencegah berkembangnya pahamradikalisme dalam masyarakat. Anggota Komisi Perempuan Remaja, dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia (MUI), Rabicha Hilma Jabar Sasmita mengatakan bahwa toleransi beragama di Indonesia pada dasarnya bukanlah sesuatu yang baru. Sejak lama masyarakatIndonesia telah hidup dalam keberagaman dan mampu menjalin kehidupan sosialyang harmonis. Keberagaman suku, agama, dan budaya menjadi bagian dariwarisan peradaban yang telah membentuk karakter masyarakat Nusantara. Dalam pandangannya, kehidupan masyarakat Indonesia sejak dahulu telahmencerminkan praktik toleransi yang kuat. Masyarakat terbiasa hidup berdampinganmeskipun memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Tradisi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang memandang keberagaman sebagai bagiandari kehendak Tuhan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini