Jadi Orang Pertama, Jokowi Siap Disuntik Vaksin Covid-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Vaksin virus corona telah memasuki tahap akhir untuk diuji coba ke manusia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) siap menjadi orang pertama yang disuntik vaksin covid-19. Tapi, sebelumnya hal itu harus sesuai dengan keputusan dari tim yang menangani.

“Kalau diputuskan oleh tim, saya siap jadi yang pertama disuntik,” katanya dalam wawancara khusus di salah satu program tv swasta, Selasa 17 November 2020.

Walaupun siap untuk disuntik, Jokowi berharap tidak ada persepsi negatif dari masyarakat jika terjadi hal tersebut. Dia tidak ingin publik menilai bahwa penyuntikan merupakan keuntungan yang didapat sebagai presiden.

” Tapi jangan sampai nanti ada anggapan ‘lho enak sekali presiden yang pertama harusnya rakyat dulu’,” kata Jokowi.

Dirinya mengatakan juga sudah menyiapkan daftar prioritas penerima vaksin. Mulai dari tenaga kesehatan hingga guru. Rencananya tim penanganan akan melakukan simulasi vaksinasi.

“Kita sudah punya list kok list-nya siapa-siapa nanti minggu depan simulasi,” katanya.

Pada prinsipnya, Jokowi menekankan, vaksinasi sangat memegang teguh prinsip dan kaidah saintifik. Sehingga tidak ada kesan terburu-buru. Semua dilakukan sesuai dengan standar WHO.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini