Investasi dan KUR Dioptimalkan untuk Genjot Produksi dan Ekspor Peternakan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pelaku usaha bidang peternakan, didorong untuk pengembangan usahanya melalui Investasi dan pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan Kementerian Pertanian pada 2022 melanjutkan Program Super Prioritas Pertanian dengan meningkatkan investasi di sektor pertanian baik pada sisi hulu maupun hilir.

“Saya berharap Ditjen PKH dapat segera mengimplementasikan Program Super Prioritas Peternakan dan Kesehatan Hewan yaitu (1). Pengembangan sapi model Tapos; (2). Korporasi kambing/domba; dan (3). Pengembangan sarang Burung Walet (SBW),” kata Mentan.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Pertanian SYL melakukan komunikasi langsung dengan Duta Besar Indonesia untuk Qatar melalui zoom. Dubes Qatar untuk Indonesia, Ridwan Hasan, mendukung kerja sama investasi di bidang peternakan antara PT Baladna Food Industries (Qatar Q.P.S.C) dengan PT Berdikari senilai USD500 juta setara Rp7,25 Triliun.

PT. Baladna menargetkan akan melakukan investasi sapi indukan, sebanyak 10 ribu ekor dan target produksi 100 juta liter susu segar pada tahun pertama.

“Kita saat ini mendorong terus peningkatan produksi dan ekspor komoditas pertanian, baik melalui investasi swasta maupun pembiayaan dari Perbankan,” katanya.

Ia sebutkan, pada 2021 serapan KUR sektor pertanian mencapai sebesar Rp85,61 triliun dari target sebesar Rp70 triliun atau mencapai 122,31 persen. Realisasi pembiayaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) sub sektor peternakan mencapai sebesar Rp15,54 triliun (103,19 persen dari target Rp15,06 triliun).

Atas pencapaian KUR sektor pertanian yang melebihi target tersebut, pada 18 Januari 2022, Menteri Koordinator Bidang Perekenomian memberikan Penghargaan KUR 2021 kepada Kementerian Pertanian.

Realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada Subsektor Peternakan hingga 2021 mencapai Rp2.1 triliun, sedangkan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp416,9 miliar.

Pada rapat koordiniasi teknis nasional (Rakorteknas) itu, dilakukan penandatanganan pengembangan kerja Sama investasi di Bidang peternakan antara PT. Baladna Food Industries (Qatar Q.P.S.C) dengan PT Berdikari dan penandatanganan kerja sama dengan Perbankan untuk fasilitasi pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan PT BNI.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah, menyampaikan kerja sama investasi dan pembiayaan itu, sebagai wujud sinergi dan komitmen untuk mencapai target pembangunan peternakan dan kesehatan hewan nasional.

“Khususnya untuk 2024 kita harapkan produksi dan ekspor komoditas peternakan dan Kesehatan hewan kita harapkan meningkat,” ujar Nasrullah.

Menurutnya, kerja sama itu dimaksudkan sebagai salah satu landasan dalam pelaksanaan untuk mendukung pengembangan dan peningkatan usaha kecil dan menengah (UKM) dengan memberikan permodalan kepada peternak melalui investasi dan penyaluran KUR.

“Kerja sama itu, diharapkan bisa meningkatkan penyaluran KUR untuk mendukung Program Prioritas Ditjen PKH, khususnya di sektor peternakan,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Upaya Berantas Paham Radikalisme dan Terorisme, Aparat Keamanan Berhasil Tangkap 7 Teroris di Sulteng

Aparat keamanan Republik Indonesia (RI) terus berupaya untuk memberantas penyebaran paham radikalisme dan terorisme di Tanah Air. Upaya tersebut...
- Advertisement -

Baca berita yang ini