Innalillahi, Mantan Kiper Persib Meninggal Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDUNG – Kabar duka datang dari Persib Bandung. Mantan kiper sekaligus pelatih tim akademi Persib, Agus Atha, meninggal dunia pada Senin 14 Desember 2020.

Kiper Persib era 80-an meninggal sekitar pukul 03.00 dini hari WIB di kediamannya di Cimahi. Agus dikabarkan meninggal karena diabetes.

Pendiri Akademi Persib Cimahi, Firman Hadillah, mengaku kehilangan dengan meninggalnya penjaga gawang Maung Bandung musim 1987-1994 tersebut. Apalagi, almarhum adalah salah satu perintis Akademi Persib Cimahi.

“Kami pasti sangat kehilangan dengan kabar duka ini. Sosok yang humoris, rendah hati namun disiplin. Banyak hal yang akan dirindukan dari sosok almarhum,” ungkap Firman, di laman resmi klub.

Firman mengaku terkejut dengan kabar tersebut. Sebab, pada Minggu 13 Desember 2020 kemarin masih berkomunikasi dengan almarhum tentang jadwal latihan. Agus pun masih bisa bercanda seperti biasanya dengan Firman.

“Memang sudah sakit-sakitan sejak lama. Sudah lama jarang melatih. Namun, kemarin masih tanya, komunikasi tentang latihan. Saya pribadi kaget dengar kabar ini,” lanjut Firman.

“Semoga Allah menerima iman Islam, ihsannya, dan ditempatkan Allah di tempat terbaik,” tutup Firman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini