Innalillah, Korban Banjir Iran Sudah Lebih 700 Orang

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Banjir besar yang melanda Iran terus memakan korban jiwa. Sampai Sabtu 6 April 2019, dilaporkan korban banjir mencapai 791 orang yang terluka parah.

Dari 791 orang yang terluka, 45 di antaranya saat ini masih dirawat di berbagai rumah sakit. Jumlah itu belum termasuk 70 orang yang dilaporkan tewas.

Mengutip AFP, dalam laporan terbaru EMS, jumlah korban jiwa paling banyak adalah di Provinsi Fars, di selatan Iran, yakni 23 orang tewas. Laporan juga mencatat 4 orang yang hilang.

Dari 31 provinsi yang ada di Iran, sebanyak 20 provinsi melaporkan ada warganya yang menjadi korban banjir. Banjir sampai saat ini terhitung sudah terjadi selama 19 hari.

Wilayah Iran timur laut dilanda banjir bandang pada 19 Maret, sementara wilayah Iran barat dan barat daya diterjang banjir pada 25 Maret lalu. Total 45 orang tewas akibat banjir di wilayah-wilayah tersebut.

Kemudian pada 1 April lalu, wilayah Iran barat dan barat daya kembali diterjang banjir ketika hujan lebat kembali mengguyur wilayah tersebut.

Laporan dari televisi pemerintah Iran menyebut 2.199 jalan pedesaan dan 84 jembatan sudah tersapu banjir. Di 15 provinsi, 141 sungai meluap dan sekitar 400 tanah longsor dilaporkan terjadi.

Pemerintah Iran menyatakan bahwa banjir ini telah merusak jalan-jalan sepanjang hampir 12 ribu kilometer, atau 36 persen dari keseluruhan jalan raya di negeri itu.


Berita Terbaru

Manfaat B50 bagi Ekonomi, Lingkungan, dan Kemandirian Energi Nasional

Oleh: Muhammad Nanda*Program mandatori biodiesel B50 menjadi salah satu langkah strategis yang menandai semakinkuatnya komitmen Indonesia dalam membangun kemandirian energi nasional. Di tengahdinamika geopolitik global yang masih memengaruhi stabilitas pasokan dan harga energi dunia, kebijakan ini hadir sebagai solusi yang tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapijuga memperkuat fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Pemanfaatan biodiesel berbasisminyak sawit sebagai pengganti sebagian besar solar fosil menunjukkan bahwa Indonesia mampu mengoptimalkan sumber daya alam domestik untuk memenuhi kebutuhan energinasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak. Langkah tersebut merupakan bentuk transformasi kebijakan energi yang mengintegrasikan kepentinganekonomi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat dalam satu arah pembangunan nasionalyang saling mendukung.Dari sisi ekonomi, implementasi B50 memberikan dampak yang sangat signifikan terhadappenguatan neraca perdagangan Indonesia. Selama bertahun-tahun, impor solar menjadi salah satufaktor yang menyebabkan tingginya pengeluaran devisa negara. Ketergantungan terhadappasokan energi dari luar negeri juga membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga minyakdan gangguan distribusi global. Dengan meningkatnya porsi biodiesel dalam konsumsi energinasional, kebutuhan impor solar dapat ditekan secara bertahap sehingga devisa negara dapatdihemat dalam jumlah yang besar. Penghematan tersebut bukan sekadar mengurangi bebananggaran, tetapi juga meningkatkan ketahanan ekonomi nasional karena cadangan devisa dapatdialokasikan untuk mendukung pembangunan sektor-sektor produktif lainnya.Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio, menilai bahwa setiap liter...
- Advertisement -

Baca berita yang ini