Ini Tes Antigen Covid19 yang Benar dan Bermanfaat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Masyarakat sering dipusingkan dengan tes yang berkaitan dengan Covid19 atau corona SARS-Cov-2. Ada antigen, ada pula swab PCR.

Dalam pesan yang diterima Mata Indonesia News, Sabtu 13 Maret 2021, edukator Covid19, dr. RA Adaninggar menjelaskan fungsi tes antigen itu.

“Tes Antigen bisa digunakan untuk skrining, diagnosis, dan penelusuran kontak erat,” ujar perempuan yang dipanggil Dokter Ning tersebut.

Namun, dia mengingatkan jangan menggunakan alat tes antigen sembarangan. Alat yang bisa untuk melakukan skrining harus sesuai dengan rekomendasi WHO, FDA AS dan european medicine agency.

Dia juga mengingatkan bahwa tes antigen hanya boleh digunakan pada fase akut (7 hari pertama sejak bergejala).

Dokter Ning juga mengingatkan jangan menggunakannya untuk pemeriksaan lanjutan untuk mengevaluasi kesembuhan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini