Ini Perkembangan Terbaru Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Polisi menyampaikan perkembangan terbaru dalam penyelidikan terkait terbakarnya gedungf Kejaksaan Agung pada 22 Agustus 2020 lalu.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono berkata, sementara ini pihaknya masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait kebakaran tersebut.

“Tentunya ini kita masih menunggu dari hasil laboratorium forensik, kemudian juga nanti ada beberapa analisa dari pada penyidik dari keterangan saksi di sana. Kita masih menunggu daripada labfor hasilnya atau kesimpulannya seperti apa,” kata Argo di Jakarta, Kamis 10 September 2020.

Argo menyebut, sejauh ini sudah 128 saksi dimintai keterangan terkait kebakaran besar ini.

“Sampai saat ini sudah 128 saksi, itu ada saksi dari cleaning service, office boy, tentu juga ada dari karyawan kejaksaan atau pegawai kejaksaan ya,” ujarnya.

Untuk olah TKP, Argo menyebut hal itu sudah selesai dilaksanakan, dengan tim yang diketuai Kabareskrim dan dibantu personel Polda Metro Jaya.

Sambil menunggu hasil dari labfor, Argo menyebut penyidik masih mendalami kejadian tersebut, apakah adanya unsur kesengajaan atau tidak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini