Ini Makna 93:20 di Jersey baru Manchester City untuk Musim 2021/2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Manchester City memperkenalkan seragam baru untuk musim 2021/2022. Ada yang menarik dalam kostum baru tersebut adalah bagian kerah belakangnya ada corak berbentuk mozaik yang menggambarkan papan skor pertandingan dan tertulis angka 93:20.

Dikutip dari situs resmi City, angka tersebut merupakan tanda penghormatan Manchester City kepada legenda mereka, Sergio Aguero. Kala itu Aguero membobol gawang Queens Park Rangers pada menit tersebut, di pekan terakhir musim 2011/2012.

Saat itu, The Citizen berhasil jadi juara Premier League pertama kalinya sekaligus mengawali hegemoni klub di kompetisi. Setelah itu, City jadi tim dengan jumlah gelar Premier League terbanyak dalam 10 tahun terakhir, yakni lima kali.

Jersey baru tersebut juga sudah diposting pada laman Twitter official Manchester City, @ManCity.

“Saya tidak akan melupakan momen tersebut. Ketika gol terjadi, kami tahu bahwa sesuatu yang hebat terjadi, sesuatu yang spesial,” ujar eks bek kanan City Micah Richards.

“Saya rasa musim itu akan sulit diulangi. Jersey baru ini jadi salah satu penghargaan sempurna untuk salah satu musim bersejarah City.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Menguatkan Kedaulatan Digital Indonesia di Era Kecerdasan Buatan sebagai Pilar Kemandirian Bangsa

Oleh : Fadlan Ardiansyah )*Persaingan global saat ini semakin ditentukan oleh penguasaan data, kecerdasan buatan, sertainfrastruktur digital yang menopang seluruh aktivitas ekonomi dan sosial. Dalam kontekstersebut, kedaulatan digital menjadi isu strategis yang tidak lagi dapat dipisahkan dari agenda besar pembangunan nasional. Indonesia menghadapi momentum penting untuk memastikanbahwa transformasi digital tidak hanya menjadi proses adopsi teknologi, tetapi juga penguatan kemandirian bangsa di ruang siber.Pemerintah dinilai telah menempatkan digitalisasi sebagai salah satu pilar utamapembangunan jangka panjang, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik berbasisteknologi. Anggota Komisi II DPR RI Azis Subekti menegaskan bahwa digitalisasi harusdipahami sebagai bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan bangsa, bukan sekadarmodernisasi layanan publik. Ia menilai kemampuan negara dalam mengelola data dan teknologi akan menentukan posisi Indonesia dalam tatanan global baru.Dalam pandangan tersebut, transformasi digital tidak lagi dapat dipersempit pada peningkatan akses internet atau penggunaan aplikasi semata. Lebih jauh, hal ini menyangkutkemampuan negara mengendalikan ekosistem data, algoritma, dan sistem komputasi yang menjadi tulang punggung ekonomi digital. Azis Subekti juga menilai bahwa Indonesia memiliki modal besar berupa populasi digital yang masif dan potensi ekonomi yang terusberkembang, sehingga perlu dikelola dalam kerangka kedaulatan digital yang kuat.Perubahan lanskap global dari ekonomi berbasis industri menuju ekonomi berbasis data menuntut strategi nasional yang lebih komprehensif. Penguasaan infrastruktur digital sepertikabel bawah laut, pusat data, serta jaringan satelit menjadi faktor penentu daya saing. Dalamkonteks ini, penguatan fondasi digital nasional menjadi bagian dari agenda strategispemerintah untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapijuga aktor utama dalam ekosistem digital global.Pendekatan kedaulatan digital juga menekankan pentingnya tiga fondasi utama yang salingterhubung. Fondasi pertama adalah penguatan infrastruktur digital nasional, termasukkeamanan jaringan dan diversifikasi konektivitas internasional. Fondasi kedua mencakuppengembangan ekonomi digital berbasis inovasi, seperti kecerdasan buatan, komputasi awan, serta keamanan siber. Fondasi ketiga adalah penguatan kapasitas masyarakat melalui literasidigital dan ketahanan informasi.Dalam implementasinya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Festival Aman Digital...
- Advertisement -

Baca berita yang ini