Ini Julukan Stasiun Jakarta Kota Sebelum Bang Sue Grand Station Jadi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebelum Thailand membangun Bang Sue Grand Station, stasiun kereta api terbesar di ASEAN adalah Beos alias Jakarta Kota.

Julukan itu diberikan karena stasiun pertama di Jakarta yang dahulu bernama Batavia tersebut terjadi 580 pergerakan kereta api setiap harinya.

Kini stasiun yang diresmikan 8 Oktober 1929 tersebut telah ditetapkan sebagai bagunan cagar budaya melalui surat keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 tahun 1993.

Stasiun itu juga dikenal sebagai stasiun terminus atau paling akhir dari perjalanan kereta api di Jakarta.

Artinya, jika kereta api sudah berada di salah satu jalur kereta itu maka dia harus berjalan mundur untuk meninggalkan Jakarta Kota.

Kini julukan itu diambil alih Bang Sue di Bangkok dan akan menggantikan Stasiun Kereta lama Hua Lamphong.

Bang Sue akan menjadi stasiun kereta api terbesar di Asia Tenggara dengan 26 platform dan panjang sekitar 600 meter, seluas 274.192 meter persegi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini