Ini Jawaban Ketua MK Terkait Pernikahan dengan Adik Jokowi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Ramainya pemberitaan soal rencana pernikahan dengan Idayati, adik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman akhirnya bersuara.

“Itu kan begini, ini kan semua kembali kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata Anwar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Sabtu 26 Maret 2022.

Terkait dengan banyaknya desakan untuk mundur dari jabatan Ketua MK dan hakim konstitusi usai menikahi Idayati, Anwar Usman tidak mau berspekulasi.

“Wah sudah ya, nanti tunggu tanggal mainnya,” katanya.

Terkait rencana pernikahan Anwar dengan Idayati, Menko Polhukam Mahfud Md menyebut pernikahan tersebut tidak ada yang harus dipermasalahkan. Menurut Mahfud, tidak ada konflik kepentingan dalam pernikahan tersebut.

“Bukan konflik kepentingan. Orang menikah itu ndak ada konflik kepentingan dengan jabatan. Itu manusiawi. Dibenarkan oleh agama. Dibenarkan oleh hukum,” kata Mahfud di Hotel Sultan, Jakarta Pusat.

Menurut Mahfud, konflik kepentingan memang bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Namun demikian, Mahfud menegaskan tidak ada konflik kepentingan dalam pernikahan ketua MK dengan adik Jokowi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini