Ini Dia Tugas 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Hari Jum’at 25 Oktober 2019, Presiden Jokowi melantik 12 wakil menteri (Wamen) yang tugasnya ternyata tidak ringan.

Berikut tugas 12 wamen tersebut yaitu:

1. Mahendra Siregar, Dubes RI untuk Amerika Serikat, diberi tugas membantu Menteri Luar Negeri untuk menggencarkan diplomasi ekonomi terutama melakukan perjanjian perdagangan 14 negara Uni Eropa.

2. Sakti Wahyu trenggono yang ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pertahanan untuk mengembangkan industri strategis untuk menopang alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI.

3. Zainut Tauhid, politisi PPP yang menjadi Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjadi Wakil Menteri Agama.

4. Suahasil Nazara, yang ditunjuk sebagai Wakil Menteri Keuangan diberi tugas untuk mengoptimalisasi anggaran sehingga benar-benar tepat sasaran untuk rakyat.

5. Jerry sambuaga, politisi Golkar yang ditunjuk sebagai Wakil Menteri Perdagangan, diberi tugas untuk menyelesaikan masalah-masalah perdagangan yang timbul dan meningkatkan ekspor terutama dengan negara-negara mitra nontradisional.

6. John Wempi Wetipo, politisi PDI-P yang mantan Bupati Jayawijaya itu ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengembangkan dan menyelesaikan infrastruktur di bagian timur Indonesia khususnya Papua dan Papua Barat.

7. Alue Dohong, pejabat Badan Restorasi Gambut ditunjuk menjadi Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan diberi tugas untuk tugas-tugas pelestarian hutan dan alam.

8. Budi Arie Setiadi yang sebelumnya menjadi Ketua Umum Relawan Projo ditunjuk sebagai Wakil Menteri Desa yang diberi tugas ikut mengawasi dana desa.

9. Surya Tjandra yang merupakan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ditunjuk membantu Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala BPN diberi tugas menyelesaikan konflik agraria dan sengketa lahan dalam satu tahun sudah ada hasil.

10. Kartika Wiryoatmojo dan Budi Gunadi Sadikin sama-sama pernah menjabat Dirut Bank Mandiri ditunjuk menjadi Wakil Menteri BUMN untuk mengawasi 140 perusahaan plat merah tersebut. Mereka diminta mencari partner yang baik untuk mengembangkan BUMN Indonesia serta membantu para pengusaha kecil naik kelas.

11. Angela Hary Tanoesoedibjo, politisi Perindo yang ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan ditugasi menggencarkan promosi wisata di luar negeri agar fokus menggaet wisatawan ke Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini