Ini Daftar Kebusukan KPK yang Selalu Diteriakkan Fahri Hamzah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Orang yang dikenal paling keras mengritik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah Fahri Hamzah. Dia bahkan berani menyebut lembaga anti rasuah itu “busuk.”

Pernyataan tersebut sudah dia ungkapkan tiga tahun lalu tepatnya Februari 2018 dalam sebuah diskusi publik dan diunggah lagi akun twitter @MurtadhaOne; “Awal tahun 2018, om @Fahrihamzah pernah ngomong gini: “Saya bersumpah, KPK itu isinya BUSUK!

Apa saja kebusukan KPK yang sudah diteriakkan Fahri sejak 2007 diungkap dalam Podcast Deddy Corbuzier berikut ?

1. KPK Langgar Prinsip Demokrasi
Menurut Fahri KPK selalu berkata korupsi adalah extraordinary crime sehingga berikan kami segalanya sehingga melanggar prinsip demokrasi dengan alasan banyak kerahasiaan akhirnya menutup diri terhadap publik. Padahal prinsip demokrasi adalah keterbukaan.

2. KPK Langgar Hak Asasi Manusia
Banyak orang yang ditangkap, kemudian hilang begitu saja. Banyak tersangka yang tidak segera diproses seperti RJ Lino sehingga ada orang meninggal dalam keadaan tersangka seperti almarhumah Siti Fadjriah, mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Siti Fadjriah.

3. KPK Bekerja Pilih-Pilih Sasaran
Menurutnya, lembaga itu banyak mengintip orang tertentu dan, menurut Fahri, saat dia pegang uang lalu ditangkap dan disebut pemberantasan korupsi. Padahal UU KPK menyatakan pemberantasan korupsi adalah berupa pencegahan, koordinasi-supervisi-pencegahan dan sebagainya.

4. KPK Melakukan Praktek Kotor
Hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menurut Fahri menemukan banyak masalah di KPK seperti menggaji pegawai seenaknya, aset tersangka dijual sendiri dan uangnya dikelola sendiri. Itu terjadi dalam temuan BPK. “KPK kotor.”

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dimethyl Ether dan Transformasi Ketahanan Energi Indonesia

Oleh : Ricky Rinaldi *)Ketahanan energi menjadi salah satu isu strategis yang menentukan arahpembangunan nasional di tengah dinamika global yang terus berubah. Ketergantungan terhadap energi impor, fluktuasi harga komoditas internasional, serta meningkatnya kebutuhan energi domestik menuntut Indonesia untukmelakukan transformasi kebijakan secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, pengembangan Dimethyl Ether (DME) menjadi salah satu langkah penting dalammemperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantunganterhadap impor LPG.DME dipandang sebagai alternatif energi yang memiliki potensi besar untukmendukung kebutuhan rumah tangga dan industri. Pemanfaatan sumber dayadomestik untuk produksi DME membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuatkemandirian energi. Dengan cadangan batu bara yang melimpah serta potensihilirisasi energi yang besar, pengembangan DME menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun sistem energi yang lebih berkelanjutan.Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan energi harus dibangunmelalui pemanfaatan sumber daya nasional secara optimal. Indonesia tidak dapatterus bergantung pada impor energi yang rentan terhadap gejolak global. Oleh karena itu, transformasi sektor energi menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhanmasyarakat dapat terpenuhi secara stabil dan berkelanjutan.Pengembangan DME juga menjadi bagian dari agenda hilirisasi industri nasional. Selama ini, sumber daya alam Indonesia banyak diekspor dalam bentuk bahanmentah tanpa memberikan nilai tambah maksimal di dalam negeri. Melalui hilirisasi, komoditas domestik dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang mendukungkebutuhan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwatransformasi energi harus diarahkan pada penguatan kemandirian nasional. Pengembangan DME tidak hanya bertujuan mengurangi impor LPG, tetapi juga memperkuat industri dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja baru. Denganpendekatan yang terintegrasi, sektor energi dapat menjadi motor pertumbuhanekonomi nasional.Salah satu keuntungan utama pengembangan DME adalah potensi penghematandevisa negara. Selama ini, impor LPG menjadi salah satu komponen besar dalampengeluaran energi nasional. Dengan memanfaatkan DME sebagai substitusi, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi secara bertahap. Langkah inimemberikan ruang fiskal yang lebih besar bagi pemerintah untuk mendukung sektorstrategis lainnya.Selain aspek ekonomi, pengembangan DME juga memiliki dampak strategisterhadap stabilitas pasokan energi. Ketika dunia menghadapi ketidakpastiangeopolitik dan fluktuasi harga energi, negara yang memiliki sumber energi domestikyang kuat akan lebih siap menghadapi tekanan global. Dengan memperkuatproduksi energi dalam negeri,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini