Ini 4 Tim yang Mungkin Jumpa Madrid di Babak 16 Besar

Baca Juga

MATA INDONESIA, MADRID – Undian babak 16 besar Liga Champions akan dilakukan di Nyon, Senin 14 Desember 2020. Ada empat tim yang kemungkinan jadi lawan El Real.

Madrid lolos ke babak 16 besar Liga Champions sebagai juara Grup B. Di laga pamungkas, Los Blancos menundukkan Borussia Monchengladbach dengan skor 2-0, Kamis 10 Desember 2020 dini hari WIB.

Total ada 16 tim yang lolos ke babak gugur. Delapan tim sebagai juara grup dan sisanya berstatus runner-up. Meski ada delapan tim runner-up, tapi Madrid hanya bisa bertemu dengan empat di antaranya.

Pasalnya, dalam undian babak 16 besar, Madrid tak boleh bertemu dengan sesama wakil Spanyol dan tim yang pernah satu grup di penyisihan. Artinya, Madrid tak bisa berjumpa Sevilla, Barcelona, Atletico Madrid, dan Gladbach.

Dengan demikian, empat tim yang mungkin menjadi lawan Madrid di babak 16 besar adalah, Porto, Lazio, RB Leipzig, dan Atalanta.

Tim juara grup
Bayern Muenchen
Real Madrid
Manchester City
Liverpool
Chelsea
Borussia Dortmund
Juventus
PSG

Tim runner-up
Atletico Madrid
Borussia Monchengladbach
Porto
Atalanta
Sevilla
Lazio
Barcelona
RB Leipzig

Madrid akan melakoni leg pertama 16 besar di kandang lawan pada 16-17 atau 23-24 Februari. Leg kedua di kandang sendiri akan digelar 9-10 atau 16-17 Maret.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini