Ini 3 Sektor Andalan Sandiaga Buat Kerek Ekonomi Usai Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Di era normal baru beberapa sektor usaha yang mampu menjadi lokomotif pembangunan ekonomi Indonesia adalah industri pangan, kesehatan dan telekomunikasi digital.

“Sektor tersebut paling dibutuhkan masyarakat termasuk mendukung perekonomian saat pandemi penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu,” kata pengusaha muda Sandiaga Uno dalam sebuah webinar di Jakarta, Jumat 19 Juni 2020.

Sandiaga menilai faktor risiko kesehatan masyarakat memang harus menjadi utama namun sektor usaha yang menjadi pemenang pada masa pandemi virus corona itu juga diberikan jalan untuk direlaksasi atau dibuka.

Sebagai pengusaha, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang mengalokasikan insentif kepada UMKM sebesar Rp 123 triliun karena sektor ini menyerap banyak tenaga kerja.

Ia yakin dukungan insentif dan paket kebijakan pemerintah itu bisa membalikkan keadaan dan membangkitkan kembali perekonomian negara.

Tak hanya UMKM, stimulus yang dianggarkan pemerintah itu juga ditunggu korporasi dan perbankan khususnya untuk membantu kelangsungan sektor usaha lain seperti manufaktur atau pengolahan yang menyerap pekerja dan berbasis ekspor.

Pandemi Covid19, menurutnya, juga mengakselerasi industri 4.0 yang lebih banyak mengandalkan digitalisasi yang nantinya mendorong pola belanja konsumen maupun cara kerja pelaku UMKM.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Saat Pemerintah dan BI Bersinergi Menjaga Rupiah

Oleh : Ricky Rinaldi Stabilitas nilai tukar rupiah memiliki peran penting dalam menjaga ketahananekonomi nasional. Di tengah dinamika ekonomi global yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, perubahan kebijakan moneter negara maju, serta fluktuasi pasar keuangan internasional, nilai tukar menjadi salah satu indikator yang mencerminkan kepercayaan terhadap perekonomian suatu negara. Dalam situasitersebut, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor kunci dalammenjaga stabilitas rupiah sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.Nilai tukar tidak hanya berkaitan dengan transaksi perdagangan internasional, tetapijuga berpengaruh terhadap inflasi, investasi, dan daya beli masyarakat. Ketika rupiah berada dalam kondisi stabil, pelaku usaha dapat melakukan perencanaanbisnis dengan lebih baik dan masyarakat memiliki kepastian yang lebih besar dalammenjalankan aktivitas ekonomi. Karena itu, stabilitas rupiah menjadi kepentinganbersama yang perlu dijaga secara berkelanjutan.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa stabilitasekonomi merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan nasional. Dalam menghadapi tantangan global yang terus berkembang, pemerintahberkomitmen menjaga kepercayaan pasar melalui kebijakan yang terukur dan berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Stabilitas rupiah menjadi bagian dariupaya menciptakan iklim ekonomi yang sehat dan kondusif.Pemerintah memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi melalui kebijakan fiskal yang disiplin dan berkelanjutan. Pengelolaan Anggaran Pendapatandan Belanja Negara yang sehat memberikan sinyal positif kepada pasar bahwaperekonomian nasional berada dalam kondisi yang terkendali. Ketika kebijakan fiskalberjalan secara kredibel, tekanan terhadap nilai tukar dapat diminimalkan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa koordinasi kebijakanmenjadi faktor penting dalam menghadapi berbagai risiko ekonomi global. Menurutnya, pengelolaan fiskal yang prudent perlu berjalan seiring dengankebijakan moneter yang responsif agar stabilitas ekonomi dapat tetap terjaga. Pendekatan yang terintegrasi akan memperkuat kemampuan Indonesia menghadapiberbagai tekanan eksternal.Di sisi lain, Bank...
- Advertisement -

Baca berita yang ini