Ingin Indonesia Menarik Buat Investor Asing? Simak Saran Pakar Ini

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal karena Indonesia masih tidak menarik bagi investor asing. Contohnya, 30 -an investor yang mencabut usahanya di China tidak ada satu pun yang mengalihkan ke Indonesia. Sebagian besar mereka lari ke Vietnam, selebihnya, ke Malaysia, Kamboja, dan Thailand.

Menurut peneliti Center of Reform on Economic (CORE) Yusuf Rendy Manilet, investor cenderung mempunyai banyak pertimbangan ketika ingin berinvestasi di Indonesia. Salah satunya koordinasi antar pemerintah yang lemah.

“Koordinasi semakin sulit apabila akan investasi di daerah, karena beberapa kebijakan pemerintah pusat tidak berjalan maksimal di daerah, misalnya OSS (Online Single Submission),” kata dia kepada Mata Indonesia News, Kamis 5 Agustus 2019.

Persoalan intinya masih tetap sama dari tahun ke tahun yaitu, menurut Yusuf, perizinan yang berlarut-larut dan birokrasi berbelit.

Selain itu masih ada masalah daya saing ekonomi, kerentanan ekonomi Indonesia, daya saing dan masalah tenaga kerja dan terakhir yang tidak kalah penting adalah stabilitas politik serta keamanan dalam negeri.

Meskipun demikian, menurut Yusuf, Bappenas sebenarnya telah melakukan sebuah studi dan mencoba menyasar permasalahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi.

Masalah paling utama adalah regulasi yang tumpang tindih dan rendahnya koordinasi kebijakan antar-instansi,

Maka, Yusuf menganjurkan pemerintah mengevaluasi kebijakan yang telah dikeluarkan. Selain itu, perlu ada kebijakan komprehensif yang melibatkan seluruh pemangku kebijkan untuk menggaet investasi asing.

Perlu juga dibangun sistem reward and punishment yang adil serta jelas bagi pemerintah di tingkat pusat dan daerah. Baik yang menjalankan instruksi ataupun menghambat jalannya instruksi kebijakan terkait investasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Perbaikan Irigasi Daerah Dorong Produktivitas Pertaniandan Jaga Pasokan Pangan

Oleh: Silvi Ayuningtiyas )*Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuatketahanan pangan nasional melalui pembangunan dan rehabilitasiinfrastruktur irigasi di berbagai daerah. Langkah ini menjadi bagianpenting dari strategi besar meningkatkan produktivitas pertanian sekaligusmemastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat.Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah peningkatandan rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Bali. Program yang dijalankanKementerian Pekerjaan Umum tersebut merupakan implementasiInstruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatanpembangunan, peningkatan, rehabilitasi, operasi, dan pemeliharaanjaringan irigasi dalam rangka mendukung swasembada pangan.Penanganan jaringan irigasi dilakukan di delapan kabupaten, yakniJembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, Badung, Gianyar, Klungkung, dan Tabanan. Fokus utama program ini adalah meningkatkan keandalanlayanan air bagi lahan pertanian sehingga aktivitas budidaya dapatberlangsung lebih optimal sepanjang tahun.Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwapenguatan infrastruktur irigasi merupakan bagian dari komitmenpemerintah dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk mendukung sektorpertanian, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhanekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.Hasil dari program tersebut mulai terlihat di berbagai wilayah. Di Kabupaten Jembrana, peningkatan kualitas jaringan irigasi berhasilmendorong kenaikan indeks pertanaman dari 150 menjadi 200. Kondisiserupa juga terjadi di Kabupaten Buleleng yang mengalami peningkatanfrekuensi tanam hingga dua kali lipat. Peningkatan tersebut menunjukkanbahwa akses air yang lebih baik mampu memberikan dampak langsungterhadap produktivitas lahan pertanian.Ketersediaan air yang terjamin memberikan kepastian bagi petani dalammenentukan jadwal tanam. Risiko gagal panen akibat kekurangan air dapat ditekan, sementara efisiensi usaha tani menjadi lebih baik. Dampakpositif ini tidak hanya dirasakan oleh petani, tetapi juga memberikankontribusi terhadap stabilitas pasokan pangan di tingkat daerah maupunnasional.Selain melalui rehabilitasi jaringan irigasi konvensional, pemerintah juga memperkuat strategi pengelolaan air melalui program irigasi perpompaan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai program tersebut menjadisalah satu terobosan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, terutama di wilayah lahan kering yang selama ini memiliki keterbatasanakses air.Menurut Amran, pemanfaatan teknologi pompanisasi mampu mengubahpola tanam petani secara signifikan. Lahan yang sebelumnya hanya dapatditanami satu kali dalam setahun berpotensi ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali musim tanam. Kondisi ini membuka peluang peningkatanproduksi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perluasan lahanpertanian baru.Pemerintah pun menyiapkan dukungan anggaran yang besar untukmemperluas implementasi program tersebut. Alokasi dana yang telahdisiapkan diharapkan mampu menjangkau lebih banyak lahan keringproduktif di berbagai wilayah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini