Indonesia Tiru Cara Brasil Pindahkan Pusat Pemerintahan, Ini Alasannya

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Proses pemindahan pusat pemerintahan diperkirakan mengikuti Brasil yang melakukannya 1960 -an. Saat itu Ibukota Brasilia tidak didesain menjadi kota bisnis.

“Tapi kemudian menjadi kota terbesar ketiga di Brasil. Upaya menumbuhkan kegiatan ekonomi di pedalaman Amazon berhasil,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam sebuah diskusi di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin 6 Mei 2019.

Saat itu, Brasil memindahkan pusat pemerintahannya dari Rio de Janeiro ke Brasilia. Selain itu pemindahan tersebut tidak membuat Brasilia menjadi kota besar.

Menurut Bambang, pusat pemerintahan Brasil itu sekarang tetap sepi karena memang tidak didesain sebesar Rio.

Indonesia juga mengharapkan proses seperti itu. Pusat pemerintahan baru nanti tidak didesain untuk menyaingi dan sebesar Jakarta.

Bambang bahkan menegaskan pusat pemerintahan tersebut bahkan tidak akan masuk dalam daftar 10 kota besar Indonesia.

Namun mampu melaksanakan fungsi sebagai pusat pemerintahan dan membangkitkan kegiatan ekonomi baru.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini