Indonesia Terbaik di Asia soal Penanganan Pandemi COVID-19

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Prestasi Indonesia yakni terbaik se-Asia dalam hal penanganan pandemi Covid-19.

Hal ini disampaikan Menko Marimves Luhut Binsar Panjaitan saat menjadi pembicara di Silatnas PPAD, Sentul, Jawa Barat.

”Indonesia di Asia masih yang terbaik di dunia salah satu yang terbaik penanganan pandemi Covid-19. Nah, ini sebenarnya banyak dari kerja keras TNI dan Polri,” kata Luhut, Jumat 5 Agustus 2022.

Luhut menekankan, penanganan Covid-19 sangat berpengaruh pada situasi saat ini. ”Sehingga kita lihat sekarang rumah sakit rawat inap terkendali bor masih terkendali. Jumlah orang meninggal juga terkendali,” kata Luhut.

”Kita belum melakukan tindakan-tindakan yang seperti lalu lockdown, belum akan kita lakukan tadi malam saya rapat mengenai ini dengan Prof Wiki dan juga BNPB itu kita belum lakukan,” katanya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi dan Jalan Indonesia Menuju Negara Industri Maju

*) Oleh : Viola AnastasiaIndonesia tengah berada pada momentum penting dalam menentukan arahpembangunan ekonominya di masa depan. Selama bertahun-tahun, Indonesia dikenalsebagai negara pengekspor bahan mentah seperti batu bara, nikel, kelapa sawit, hingga hasil tambang lainnya. Pola ekonomi semacam ini memang mampu menghasilkan devisa, tetapi nilai tambah yang diperoleh negara masih relatif terbatas. Ketika bahan mentah dijual langsung ke luar negeri tanpa diolah, keuntungan terbesarjustru dinikmati oleh negara pengimpor yang mengubah bahan tersebut menjadiproduk jadi bernilai tinggi. Karena itu, kebijakan hilirisasi hadir sebagai strategi besaruntuk mengubah struktur ekonomi Indonesia agar tidak lagi bergantung pada eksporbahan mentah semata.Hilirisasi pada dasarnya merupakan proses pengolahan sumber daya alam menjadi produk setengah jadi atau produk jadi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Dalam konteks industri nikel misalnya, Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bijih mentah, tetapi mulai membangun smelter dan industri turunan seperti bahan baku bateraikendaraan listrik....
- Advertisement -

Baca berita yang ini