Indonesia Raih Rp 10,2 Miliar dari Importir Meksiko

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Indonesia berhasil mendapatkan transaksi hingga 714 ribu dolar AS atau Rp10,2 miliar dalam acara penandatangan kesepakatan dagang antara eksportir Indonesia dengan importir Meksiko.

Penandatanganan antara PT Asia Garment Internasional dengan Pareos Del Mar dan antara PT Stone Mall Indonesia dengan Sukabumi Stone Mexico secara daring pada Selasa, 16 Februari 20202.

”Selain berdampak positif bagi perdagangan kedua negara, produk-produk tersebut mampu menjadi penggerak bagi produk kreatif lainnya dari Indonesia untuk masuk ke pasar Meksiko. Kementerian Perdagangan sangat mendukung eksportir Indonesia untuk lebih mengembangkan pasarnya,” ujar Direktur Promosi dan Citra Kementerian Perdagangan Merry Maryati, Kamis 24 Februari 2022.

Kepala ITPC Mexico City Husodo Kuncoro Yakti mengatakan banyak produk Indonesia yang diminati warga Meksiko. Mulai dari corak kain sarung pantai, pakaian pantai, pakaian musim panas. Lalu, ada produk batu natural dalam bentuk bak cuci tangan, dekorasi dinding eksterior maupun interior, serta kolam renang dan bak mandi.

“Produk Indonesia memiliki kesan selaras dengan alam, indah, dan eksotik. Hal itu ternyata banyak penggemarnya,” ujar Husodo.

Penandatangan komitmen dagang merupakan sinergi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Mexico City bersama dengan KBRI Mexico City. Kepala ITPC Mexico City Husodo Kuncoro Yakti menyampaikan, importir Meksiko yang mengimpor produk Indonesia tersebut menyatakan kepuasannya terhadap produk Indonesia.

Kementerian Perdagangan mencatat, total perdagangan nonmigas Indonesia–Meksiko pada 2021 mencapai 1,3 miliar dolar AS atau meningkat 46,2 persen dari tahun sebelumnya. Adapun impor nonmigas pada 2021 tercatat 307 juta dolar AS atau meningkat 14 persen dari 2020.

Duta Besar LBPP RI untuk Meksiko Cheppy T. Wartono mengutarakan, kesepakatan bisnis ini bukan yang pertama kalinya antara pihak yang berkepentingan. Hal ini menunjukkan adanya kesepakatan yang saling menguntungkan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini