Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia Meningkat Akibat Ketersediaan Lapangan Pekerjaan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono mengatakan bahwa persepsi konsumen terhadap perbaikan penghasilan terpantau membaik.

Hal ini sejalan dengan tambahan penghasilan berupa tunjangan hari raya (THR) bagi para pekerja. Sehingga meningkatkan omzet responden para pelaku bisnis pada periode Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Berdasarkan Survei Konsumen BI, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) kembali meningkat dari 101,5 pada April 2021, naik 104,4 pada Mei 2021.

Seperti dikatakan oleh Erwin, kenaikan IKK berkat optimisme ketersediaan lapangan kerja baru, kenaikan penghasilan berkat THR, dan ketepatan waktu terhadap pembelian barang tahan lama.

Sedangkan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan terpantau relative stabil ketimbang dengan capaian pada bulan sebelumnya. Dari sisi daerah, keyakinan konsumen meningkat tinggi di Kota Medan, Surabaya, dan Manado.

“Kenaikan indeks terjadi pada sebagian besar kelompok pengeluaran, yaitu responden dengan pengeluaran Rp1-4 juta per bulan,” kata Direktur Eksekutif sekaligus Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono, Rabu, 9 Juni 2021.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini