Inalillahi! Dokter Anggota IDI Tangsel Meninggal karena Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kabar duka kembali menyelimuti keluarga besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Seorang dokter anggota IDI cabang Kota Tangerang Selatan bernama Ketty Herawati Sultana meninggal karena wabah corona (covid-19).

Ketua IDI cabang Tangsel, Imbar Umar Ghazali membenarkan kabar tersebut, menurut dia, dokter Ketty, sebelumnya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Iya itu kemarin meninggalnya, saya juga kurang kenal dengan almarhumah dan tahu dari grup IDI pusat,” ujarnya, Sabtu 4 April 2020.

Atas kematian anggotanya itu, IDI cabang kota Tangsel, menyampaikan rasa belasungkawanya dan berharap penyebaran covid-19 bisa segera tertangani di tanah air.

“Tentunya kami berduka, dan menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhumah dan banyak korban lainnya di Indonesia. Semoga ini bisa segera tertangani,” katanya.

Imbar mengaku, secara pribadi kurang mengetahui profil dari Alm Ketty, dia juga mengaku tidak tahu di mana almarhumah bertugas, Namun, ia memastikan, almarhumah telah dikebumikan dan meninggal pada Jumat 3 April 2020 kemarin.

Padahal belum lama berselang, akun twitter @PBIDI memosting berita duka, dua anggotanya juga wafat karena corona yaitu dokter Lukman Shebubakar dari cabang Jakarta Selatan dan dokter Bernadette Albertine Fransisca dari cabang Makassar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini