Imbas Sentimen Global, Rupiah Diramalkan Menguat Hari Ini

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Nilai tukar rupiah atas dolar AS diramalkan akan melanjutkan penguatan di akhir pekan, 8 Mei 2020. Rabu kemarin, rupiah ditutup pada posisi Rp 15.045 per dolar AS atau menguat 0,23 persen.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim meramalkan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 14.950 hingga Rp 15.150 per dolar AS.

Ia mengatakan, penguatan mata uang garuda masih akan dibayangi oleh harapan para pelaku pasar terhadap roda ekonomi global bisa kembali berputar, dengan mulai dibukanya aktivitas publik di berbagai negara.

“Seperti AS, Spanyol sampai India mulai melonggarkan kebijakan pembatasan sosial (social distancing). Kita sudah melihat masyarakat beraktivitas lagi. Mungkin kita sudah melalui saat-saat terbutuk dan mulai sekarang sepertinya situasi akan terus membaik,” kata Ibrahim Rabu sore.

Selain itu, penguata rupiah juga dibayangi oleh membaiknya harga minyak dunia. Kemarin, harga minyak jenis brent melonjak 13,9 persen, sementara light sweet melesat 20,5 persen.

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar menaruh harapan besar terhadap kebijakan Pemerintah agar awal bulan Juni segera melonggarkan PSBB. “Dengan begitu, aktivitas publik kembali berjalan dan ekonomi bisa stabil lagi,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini