Ikutan Saudi, Australia Masukkan Indonesia dalam Daftar Waspada Corona

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setelah Arab Saudi, Australia juga ikut memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara-negara yang diwaspadai terkait penyebaran virus corona atau Covid-19.

Hal ini jelas bertentangan dengan fakta bahwa belum ada satupun kasus corona terkonfirmasi di Indonesia. Meskipun, negara-negara tetangga lainnya seperti Singapura dan Malaysia sudah lebih dulu digasak virus mematikan asal Wuhan tersebut.

Catatan itu kemudian menjadi dasar bagi pemerintah Australia untuk melakukan isolasi terhadap warga negaranya yang baru kembali atau transit di Indonesia, maupun negara lainnya yang masuk daftar tersebut.

Di media sosial foto imbauan rumah sakit di Australia agar orang-orang yang kembali dari Indonesia segera mengisolasi diri jadi perbincangan.

Dalam halaman resmi St Vincent’s Hospital Sydney, Australia, disebutkan bahwa mereka yang kembali dari daftar negara diwaspadai jangan menjenguk orang sakit. Hal ini dilakukan untuk mencegah kontaminasi di rumah sakit yang tak disengaja.

Berikut daftar lengkap negara yang diwaspadai Departemen Kesehatan Australia selain Cina:

1. Kamboja
2. Hong Kong
3. Indonesia
4. Iran
5. Italia
6. Jepang
7. Singapura
8. Korea Selatan
9. Thailand

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini