Ikut Main di Film Dilan 1991, Berapa Bayaran yang Diterima Ridwan Kamil?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, kembali muncul di sekuel film Dilan 1991, kira-kira Kang Emil dapat bayaran berapa ya dari aktingnya di film ini?

Ridwan Kamil atau yang akrab disapa Kang Emil kembali berakting di film terbaru Dilan 1991, sebelumnya ia tampil sebagai Kepala Sekolah di film yang dibintangi Iqbaal Ramadhan itu. Kang Emil mengaku enggan dibayar selama tampil di film tersebut.

“Di sini saya berperan sebagai Kepala Sekolah,” ucap Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 24 Februari 2019, melansir dari Viva. Berprofesi sebagai Gubernur, ia mengaku dirinya dan keluarga sangat suka menonton film Dilan. Apalagi film ini telah mendapat tempat di hati masyarakat khususnya anak muda.

“Waktu Dilan ini masih dalam setting novel, itu zaman saya SMA masuk-masuk ITB. Sekarang ternyata disukai oleh anak-anak muda. Terbukti film Dilan 1990 tembus 6 juta penonton”, ucap Ridwan Kamil. Kang Emil menambahkan, dia mengungkapkan 2 alasan mengapa mau terlibat dalam film Dilan 1990 dan sekuelnya, Dilan 1991.
â €
“Saya ini kalau diajak main Film, satu ada hubunganya dengan Bandung dan Jawa Barat, yang kedua enggan dibayar,” tuturnya. (Tisa)

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini