Ikut Kontestasi di Pileg 2024, Enam Kades di Karawang Mengundurkan Diri

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARAWANG-Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD) mencatat ada enam kepala desa (Kades) menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya dan ikut dalam kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun depan.

Kepala DPMPD Karawang Wiwiek Krisnawati mengatakan dari data yang diterima ada enam Kades yang mengundurkan diri.

“Ada enam Kades saat ini yang sudah mengajukan pengunduran diri, dan mereka mengundurkan diri untuk persiapan ikut dalam Pileg 2024,” kata Wiwiek saat diwawancarai pada Senin (12/6/2023).

Lanjutnya, para kades yang mengundurkan diri tersebut nantinya akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Bupati.

“Jadi nanti SK pengunduran dirinya dari Bupati dan untuk saat ini sebelum SK keluar mereka masih menjabat,” ucapnya.

Sementara itu, untuk penyelenggaraan Pilkada pihaknya menunggu keputusan dari Bupati.

“Terkait Pilkada kalau rencana dari kami itu usai Pemilu 2024, tapi tentunya nanti akan dikonsultasikan terlebih dahulu oleh pimpinan bagaimana baiknya,” tandasnya.

Adapun 6 kades itu berada di Desa Duren, Karyamulya, Dongkal, Segaran, Kemiri, dan Sukakerta.

Laporan: Yuda Febrian Silitonga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini