IHSG Kembali Menguat Setelah Terkoreksi 3 Hari Berturut-turut

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau tolok ukur bagi pergerakan sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia ditutup menguat pada akhir perdagangan Kamis 25 Juli 2019.

IHSG menguat pada level 6.401 atau naik 0,26 persen dibandingkan perdagangan Rabu. Ini juga menjadi penguatan perdana bagi IHSG, setelah terkoreksi selama tiga hari berturut-turut.

Mengutip data dari RTI Business, secara keseluruhan investor membukukan transaksi sebesar 9,25 triliun rupiah, dengan volume 17,53 miliar saham. Pun, pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih di seluruh pasar sebesar 516,22 miliar rupiah.

Selain itu, pada penutupan pasar kali ini, 201 saham bergerak menguat, 188 turun, dan 160 lainnya tidak bergerak.
Mayoritas indeks sektoral pun bergerak menguat, dengan sektor properti mencatat penguatan tertinggi sebesar 1,29 persen. Sedangkan sektor konsumer, tambang, dan manufaktur terpantau melemah.

Nilai tukar rupiah juga ditutup menguat 0,11 persen ke posisi Rp 13.978 per dolar AS. Sejak pagi hingga sore, rupiah bergerak dalam rentang Rp 13.993 hingga Rp 13.975 per dolar AS.

Penguatan IHSG juga dialami oleh mayoritas indeks saham di Asia. Misalnya, indeks Nikkei225 di Jepang naik 0,22 persen dan indeks Hang Seng di Hong Kong naik 0,25 persen. Sedangkan Kospi Index di Korea Selatan turun 0,38 persen.

Tak jauh berbeda, mayoritas indeks saham di Eropa juga bergerak menguat. Indeks FTSE100 di Inggris naik 0,18 persen dan indeks CAC All-Tredable di Perancis naik 0,43 persen. Sedangkan indeks DAX di Jerman turun tipis 0,01 persen. (Krisantus de Rosari Binsasi)

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini