IHSG Diprediksi Tetap Melemah Esok Hari

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) alias tolok ukur bagi pergerakan sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di akhir perdagangan Selasa 16 Juli 2019. IHSG ditutup melemah di level 6.401,88 atau turun 0,255 persen.

Pelemahan IHSG didorong oleh melemahnya sejumlah sektor saham seperti Industri dasar yang turun 0,91 persen dan Property yang turun 0,69 persen.
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper berkata pergerakan IHSG sepanjang hari ini dipengaruhi oleh aksi profit taking (ambil untung) dari para investor.

Secara teknikal, rentang penguatan IHSG pun sudah cukup terbatas tercermin dari indicator stochastic, salah satu indikator untuk transaksi jual beli saham.

Selanjutnya untuk Rabu 17 Juli 2019 besok, Dennies memprediksi IHSG akan tetap melemah. Secara teknikal, indikator stochastic telah membentuk deadcross atau menunjukkan potensi pelemahan dalam jangka pendek

Pergerakan akan cenderung terbatas karena investor akan lebih bersikap wait and see (menanti) hasil keputusan penetapan suku bunga Bank Indonesia.

Ia memperkirakan IHSG akan melemah dengan support (level ambang batas bawah IHSG) di kisaran 6.385 hingga 6.367. Sementara resistance (level ambang batas atas IHSG) di kisaran 6.424 hingga 6.445. (Krisantus de Rosari Binsasi)

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini