Idul Fitri, Stok Gula dan Beras Jawa Barat Aman!

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA  – Stok gula dan beras di Jawa Barat aman dan sanggup memenuhi kebutuhan Idul Fitri 1441 H atau 2020 ini.

Kepastian itu diperoleh Menteri BUMN Erick Thohir saat melakukan sidak ke Komplek Pergudangan Bulog di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Kamis 21 Mei 2020.

Direktur Operasional Bulog, Tri Wahyudi Saleh menyatakan stock gula di Jawa Barat adalah 1.853 ton, sedangkan beras 227.997 ton.

Tri Wahyudi mengklarifikasi penyebab tingginya harga gula di pasar bukan karena distribusi tidak lancar.

Hal itu disebabkan gula impor terlambat masuk pasar sehingga supply-nya sedikit yang mengakibatkan harga melonjak.

Tingginya harga gula di pasar bukan disebabkan tidak lancarnya distribusi, namun hal ini disebabkan karena telatnya kedatangan impor gula.

Erick mengatakan, sama seperti industri kesehatan, impor masih menjadi masalah krusial di industri pangan.

Maka, saat ini BUMN sedang menyiapkan roadmap untuk industri pangan di BUMN. Dengan penggabungan PTPN, Bulog dan RNI dalam klaster pangan akan mendorong terbentuknya rantai industri pangan yang terkonsolidasi di BUMN.

Erick menjelaskan bahwa saat ini BUMN memiliki 130.000 hektar tanah di bawah PTPN dan 140.000 lahan yang dimiliki rakyat yang dikelola BUMN seharusnya dapat untuk menyeimbangkan kebutuhan 3,5 juta ton gula di Indonesia. Sebab, 36 persen di antaranya dipenuhi oleh swasta dan 800.000-900.000 ton dari impor.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini