Hepatitis A Jadi Sejarah Penyakit Menular Kota Depok

Baca Juga

MATA INDONESIA, DEPOK – Penyakit menular tentunya menjadi momok yang sangat menakutkan bagi masyarakat, apalagi bagi mereka yang tinggal di lingkungan padat penduduk.

Penyakit menular umumnya lebih berisiko mengenai orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah dan tinggal di lingkungan dengan kondisi kebersihan yang kurang baik. Penyakit menular juga dapat meningkat pada waktu tertentu, misalnya pada musim hujan atau banjir.

Nah, di Depok, sebelum terserang Covid-19 penyakit menular yang mewabah adalah Hepatitis A. Pada November 2019 wabah Hepatitis A ditemukan di Sekolah SMPN 20 Depok sebanyak 262 ditemukan terjangkit wabah tersebut yang tidak lain adalah siswa dan guru.

Selama kurang dari sebulan, Kepala Dinkes Kota Depok drg Novarita mengatakan bahwa terdapat dua temuan kasus baru pada Desember 2019 menjadi 306 kasus.

Dari laman resmi Kemenkes.go.id Depok, masalah Hepatitis A tidak bisa selesai dengan cepat karena masa penularannya 28-30 hari. Namun, kata dr. Wiendra, untuk sementara Kemenkes dengan Dinkes Depok terus melakukan upaya-upaya menurunkan angka kasus Hepatitis A.

Upaya tersebut dilakukan diantaranya dengan mendirikan posko kesehatan, memeriksa kualitas makanan yang ada, dan sanitasi.

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, beberapa penyakit menular dapat ditularkan dari orang ke orang. Beberapa juga bisa ditularkan oleh serangga atau hewan lainnya.

Penyakit menular disebabkan oleh agen biologi seperti mikroorganisme pategonik (virus, bakteri, dan fungi) serta parasit. Keberadaan mereka ada di dalam atau permukaan tubuh, sehingga dapat menyebabkan infeksi pada tubuh.

Reporter: Nour Aidel Pitri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Gencarkan Pembangunan di Papua Sebagai Amanat Undang-Undang

Pemerintah Indonesia telah mengintensifkan upaya pembangunan di Papua sebagai bagian dari amanat Undang-Undang Otonomi Khusus Papua yang telah diperbarui...
- Advertisement -

Baca berita yang ini