Helikopter BNPB Jadi Tontonan Warga AS, Ini Sebabnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mendatangkan helikopter angkut berat Chinook CH-47 dan Blackhawk UH-60 untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Proses pengangkutan CH-47 sempat menjadi tontonan warga di Bandara Internasional Billings Logan, Montana, Amerika Serikat minggu lalu.

Seperti dilihat Minggu 16 Agustus, CH-47D yang sudah ditempeli logo BNPB tersebut tampak utuh namun tanpa baling-baling di kedua rotornya.

Heli itu menjadi pusat perhatian warga karena pengangkutannya menggunakan pesawat kargo super raksasa buatan Rusia, Antonov AH-124 100.

Heli yang sudah dicopot baling-balingnya itu tampak dengan mudah di dorong masuk ke dalam badan Antonov dari depan pesawat raksasa tersebut.

Heli CH-47 tersebut menurut laporan indomiliter.com, awalnya digunakan untuk kepentingan angkatan darat Amerika Serikat (AS) dengan nomor registrasi 70-15008.

Mengutip helis.com, Chinook itu kemudian berganti nomor registrasi yaitu N303AJ setelah dibeli Billings Flying Service, perusahan charter di Montana.

Jika digunakan untuk misi water bombing mengatasi karhutla, ruang kargonya bakal disulap dengan dimuati internal water tank berkapasitas 2.800 galon air.

Selain Chinook, BPNB dikabarkan menyewa black hawk untuk keperluan yang sama yaitu memadamkan karhutla.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini