Heboh! Akun Twitter Palsu Catut Nama Presiden Jokowi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Banyak cara untuk mendeskriditkan Presiden Jokowi, salah satunya membuat akun palsu yang disebar ke grup WhatsApp, Minggu 5 April 2020 Ini. Akun palsu itu seolah mengunggah foto Jokowi sedang bermain lempar bola dengan cucu kesayangannya Jan Ethes Srinarendra dengan komentar yang mengadu-domba.

“Siang ini, karena harus #dirumahsaja saya melatih Jan Ethes bermain lempar-lemparan tanggung jawab.”

Akun itu diberinama JOKOWI_CO… . Namun, Mata Indonesia tidak menemukannya baik di domain com, co maupun co.id. Tampaknya akun itu hanya dibuat untuk disebarkan di grup-grup WA.

Sedangkan akun resmi yang dikelola tim Presiden Jokowi baik twitter maupun instagram tidak ada yang menggunakan huruf besar melainkan huruf kecil semua. Selain itu tidak ada extention. Jadi akun resmi Presiden Jokowi hanya @jokowi.

Hal lain yang membuat akun itu palsu adalah foto Jokowi yang dipasang di akun tersebut tidak sesuai dengan akun resmi.

Di akun resmi foto head-shot Jokowi menghadap ke kanan, sedangkan di akun palsu itu dipasang menghadap ke kiri.

Jadi jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial ya. Periksa dengan teliti supaya tidak tertipu.

akun jokowi asli
Akun Jokowi asli. (istimewa)

1 KOMENTAR

  1. jangan disalah artikan, ini akun fake bukan untuk menyebar ujaran kebencian. Di twitter sedang ramai dengan akun yang berperilaku seperti orang lain, hanya untuk lelucon. Bukan hanya pak Jokowi saja, tapi juga banyak tokoh lainnya, bahkan Upin-Ipin pun ada. Cuitan tersebut pun bisa dikategorikan satir/dark comedy jika disesuaikan dengan kondisi saat ini. Jadi mohon diperluas lagi pembahasannya, jangan dipersempit seakan-akan ini adalah penghinaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Langkah Koordinatif Ditempuh Untuk Jaga Stabilitas Rupiah

*) Oleh: Dinda ParamitaNilai tukar rupiah selalu menjadi salah satu indikator yang paling sensitif terhadapperubahan kondisi ekonomi global. Ketika ketidakpastian meningkat akibat gejolakgeopolitik, kebijakan moneter negara maju, maupun pergeseran arus modal internasional, tekanan terhadap mata uang negara berkembang hampir tidakterhindarkan. Dalam konteks tersebut, langkah cepat dan terkoordinasi yang dilakukan pemerintah bersama otoritas ekonomi menjadi faktor penting untuk menjagastabilitas dan membangun kepercayaan pasar. Karena itu, berbagai kebijakan yang saat ini ditempuh menunjukkan bahwa Indonesia tidak tinggal diam menghadapitantangan eksternal yang terus berkembang.Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwapemerintah telah mengidentifikasi tekanan utama terhadap rupiah berasal daridinamika aliran modal global. Pelemahan nilai tukar bukan semata-mata dipengaruhifaktor domestik, melainkan juga merupakan konsekuensi dari perubahan perilakuinvestor internasional yang cenderung mencari instrumen yang dianggap lebih amandi tengah ketidakpastian dunia. Oleh sebab itu, kesepakatan koordinatif antarapemerintah, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan untuk meredam capital outflow menjadi langkah tepat. Sinergi antarlembaga menjadi fondasi penting agar respons kebijakan berjalan efektif dan tidak bergerak sendiri-sendiri.Koordinasi tersebut mencerminkan kematangan tata kelola ekonomi nasional dalammenghadapi tekanan pasar. Pengalaman berbagai krisis sebelumnya menunjukkanbahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dijaga hanya dengan satu instrumen kebijakan. Dibutuhkan harmonisasi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan agar mampu menciptakan efek penguatan yang saling melengkapi. Dalam situasi saat ini, langkah pemerintah memperkuat koordinasi justru mengirimkan sinyal positif bahwapengambil kebijakan memiliki kesamaan pandangan dalam menjaga stabilitasekonomi nasional.Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan bahwa arusmasuk dana asing mulai terlihat di pasar domestik. Indikasi tersebut menjadi kabarbaik karena menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih memilikidaya tarik di mata investor...
- Advertisement -

Baca berita yang ini