Hati Jadi Adem, Lihat Umat Kristiani Salami Muslim yang Bubaran Shalat Id di Wonosobo

Baca Juga

MINEWS.ID, WONOSOBO – Sejak tenun kebangsaan mulai mengendur beberapa tahun terakhir ini banyak upaya menampilkan potret toleransi melalui media sosial atau mainstream, salah satunya di Wonosobo Timur.

Di daerah sejuk tersebut terdapat tradisi toleransi yang dilakukan sejak bertahun-tahun oleh umat Kristiani saat Idul Fitri tiba.

Mereka akan berjejer di depan Gereja GKJ Wonosobo Timur Pepanthan Merapi Mulyo saat Shalat Id tiba.

Umat Kristiani melakukan itu untuk menunggu Muslim bubaran Shalat Id. Sebab, saudara Muslim mereka pasti akan melewati gereja tersebut untuk saling bersalam-salaman.

Momen indah itu diunggah Cak Chairul melalui akun @chairul0209 di platform pictame #gkj medias.

Chairul pun menulis komentarnya, “Indah nya kebersamaan yang rukun #optimisindonesiamaju 🇲🇨👍.”

Rupanya Cak Chairul merepost gambar tersebut dari pemilik akun @chikacentil_255. Seking tersentuhnya, Cak Chairul berharap tradisi itu tidak hilang. “Semoga tradisi ini tetap lestari. 🙏🙏🙏 #copastemangkj #gkj #wonosobo #indahnyaperbedaan #indahnyatoleransi #chikacentil_255 #tradisi.”

Berita Terbaru

Bersama Menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih

Oleh: Yusuf RinaldiPembangunan ekonomi desa merupakan fondasi penting bagi terwujudnyapemerataan kesejahteraan nasional. Karena itu, langkah pemerintah menghadirkanProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) layakdiapresiasi sebagai upaya menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatanyang berlandaskan gotong royong dan kekeluargaan. Program ini bukan sekadar membentuk koperasi baru, tetapi membangun ekosistemekonomi desa yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Tentu, sebagaimanaprogram strategis lainnya, implementasinya perlu terus disempurnakan agar manfaatnya semakin optimal bagi masyarakat.Sejak awal, Presiden Prabowo Subianto menempatkan koperasi sebagai instrumenstrategis untuk memperkuat ekonomi rakyat. Pilihan tersebut memiliki landasanhistoris yang kuat. Mohammad Hatta pernah menegaskan bahwa koperasimerupakan sokoguru perekonomian nasional yang berlandaskan asas kekeluargaandan gotong royong. Karena itu, keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak boleh hanyadiukur dari banyaknya koperasi yang berdiri, melainkan dari kemampuannyameningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.Komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan Program Kopdes Merah Putih juga tercermin dari langkah Komisi VI DPR...
- Advertisement -

Baca berita yang ini