Hasil Undian Bulutangkis Olimpiade: Wakil Indonesia di Grup Mudah

Baca Juga

MATA INDONESIA, TOKYO – Setelah mengetahui hasil undian bulutangkis Olimpiade nomor ganda, kali ini giliran hasil untuk nomor tunggal dimana ada tiga wakil Indonesia.

Di nomor tunggal putra, Indonesia memiliki dua wakil, yakni Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting. Jonatan berada di Grup A bersama Aram Mahmoud (Suriah) dan Lohn Kean Yew (Singapua). Di Olimpiade kali ini, Aram Mahmoud tampil di bawah bendera IOC.

Dari statistik, Jonatan diunggulkan bisa lolos. Dia tak pernah kalah lawan Loh Kean Yew. Sementara itu, Jonatan belum pernah berjumpa dengan Aram Mahmoud.

Anthony berada di Grup J bersama Gergely Krausz (Hongaria) dan Sergey Sirant (Rusia). Dari segi peringkat, Anthony harusnya dengan mudah bisa lolos dari penyisihan grup.

Di tunggal putri, satu-satunya wakil Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung berada d Grup M bersama Lianne Tan (Belgia) dan Thet Htar Thuzar (Myanmar). Di atas kertas, Gregoria punya peluang bagus untuk lolos.

Hasil undian tunggal putra

Grup A
Kento Momota (1/JPN), Timothy Lam (USA), Heo Kwanghee (KOR)
Grup C
Ng Ka Long Angus (HKG), Kevin Cordon (GUA), Lino Munoz (MEX)
Grup D
Sai Praneeth B (13/IND), Mark Caljouw (NED), Misha Zilberman (ISR)
Grup E
Viktor Axelsen (4/DEN), Kalle Koljonen (FIN), Luka Wraber (AUT)
Grup F
Wang Tzu Wei (10/TPE), Nhat Nguyen (IRL), Niluka Karunaratne (SRI)
Grup G
Jonatan Christie (7/INA), Aram Mahmoud (EOR), Loh Kean Yew (SIN)
Grup H
Shi Yu Qi (11/CHN), Soren Opti (SUR), Matthew Abela (MLT)
Grup I
Kanta Tsuneyama (12/JPN), Georges Julien Paul (MRI), Ygoe Coelho (BRA)
Grup J
Anthony Sinisuka Ginting (5/INA), Gergely Krausz (HUN), Sergey Sirant (ROC)
Grup K
Kantaphon Wangcharoen (14/THA), Kai Schaefer (GER), Toby Penty (GBR)
Grup L
Anders Antonsen (3/DEN), Nguyen Tien Minh (VIE), Ade Resky Dwicahyo (AZE)
Grup M
Lee Zii Jia (9/MAS), Brice Leverdez (FRA), Artem Pochtarov (UKR)
Grup N
Chen Long (6/CHN), Pablo Abian (ESP), Raul Must (EST)
Grup P
Chou Tien Chen (2/TPE), Brian Yang (CAN), Felix Burestedt (SWE)

Tunggal putri

Grup A
Chen Yu Fei (1/CHN), Doha Hany (EGY), Neslihan Yigit (TUR)
Grup C
An Seyoung(7/KOR), Clara Azurmendi (ESP), Dorcas Ajoke Adesokan (NGR)
Grup D
Busanan Ongbumrungphan (10/THA), Kristin Kuuba (EST), Daniela Macias (PER)
Grup E
Nozomi Okuhara (3/JPN), Yvonne Li (GER), Evgeniya Kosetskaya (ROC)
Grup F
Michelle Li (9/CAN), Nikte Alejandra Sotomayor (GUA), Martina Repiska (SVK)
Grup G
He Bing Jiao (8/CHN), Fathimath Nabaaha Abdul Razzaq (MDV), Soraya Aghaeihajiagha (IRI)
Grup H
Zhang Beiwen (11/USA), Fabiana Silva (BRA), Maria Ulitina (UKR)
Grup I
Mia Blichfeldt (DEN), Linda Zetchiri (BUL), Wendy Chen Hsuan Yu (AUS)
Grup J
Pusarla V Sindhu (6/IND), Cheung Ngan Yi (HKG), Ksenia Polikarpova (ISR)
Grup K
Kim Ga Eun (12/KOR), Yeo Jia Min (SIN), Haramara Gaitan (MEX)
Grup L
Akane Yamaguchi (4/JPN), Kirsty Gilmour (GBR), Mahoor Shahzad (PAK)
Grup M
Gregoria Mariska Tunjung (14/INA), Lianne Tan (BEL), Thet Htar Thuzar (MYA)
Grup N
Ratchanok Intanon (5/THA), Soniia Cheah (MAS), Laura Sarosi (HUN)
Grup P
Tai Tzu Ying (2/TPE), Nguyen Thuy Linh (VIE), Qi Xuefei (FRA), Sabrina Jacquet (SUI)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini