Hasil Rapat Exco PSSI: Timnas Indonesia Ditarget Juara Piala AFF

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – PSSI menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) pada Jumat 5 November 2021 melalui sarana konferensi video. Salah satu pembahasan adalah timnas Indonesia ditarget juara Piala AFF.

Rapat digelar pukul 19.30 hingga 21.00 WIB dan dipimpin Ketua Umum Mochamad Iriawan serta diikuti 13 dari total 14 Exco PSSI. Rapat tersebut membahas sejumlah hal-hal penting dalam kondisi terkini, seperti agenda Timnas Indonesia, kompetisi Liga 1, 2, serta 3, dan kegiatan Asosiasi Provinsi (Asprov).

“Kami tadi membahas sejumlah program timnas Indonesia di bulan November hingga Desember. Seperti timnas Senior mengikuti pemusatan latihan di Turki bersama timnas U-19, dan timnas Senior akan berlaga di Piala AFF 2020 yang berlangsung di Singapura. PSSI menargetkan timnas Indonesia meraih juara di Piala AFF 2020,” katanya.

Iriawan menambahkan, terkait kompetisi saat ini sudah berjalan dengan baik dan lancar. Seluruh level kompetisi saat ini berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat karena masih dalam pandemi Covid-19.

“Alhamdulillah untuk Liga 1 saat ini sedang memasuki pekan terakhir series ke-2 dan segera memasuki series ke-3. Kami masih memilih Jawa Tengah dan Yogyakarta untuk lokasi series ke-3,” ucapnya.

“Untuk Liga 2 sudah memasuki putaran kedua yang berlangsung di Pekanbaru, Jakarta, Solo, dan Balikpapan. Dan Liga 3 sedang berlangsung di level Asprov dan tentunya kompetisi usia muda yakni Mola Elite Pro Academy U-16 dan U-18 yang berlangsung di Bandung,” pungkasnya.

Piala AFF 2021 akan digelar 5 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022. Singapura bertindak sebagai tuan rumah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini