Hasil Buruk, Lorenzo Ngaku Tak Nyaman dengan Honda

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Jorge Lorenzo tak mendapat hasil yang bagus dalam tes pertama pramusim MotoGP di Qatar, Sabtu 23 Februari 2019. Padahal, tes tersebut adalah kali pertama Lorenzo menunggangi motor Honda sejak November 2018 lalu.

Lorenzo pun melontarkan pernyataan yang mengejutkan usai tes tersebut. Ia mengaku masih tak nyaman saat mengendarai motor Honda.

“Jelas saya masih kesulitan dalam mengerem, tapi paling tidak saya bisa melewati dua atau tiga lap untuk memahami motor dan semuanya,” ujar Lorenzo seperti dikutip dari Autosport.

Berlangsung di Sirkuit Losail, Lorenzo menyelesaikan 38 lap dengan catatan waktu terbaik satu menit 57,090 detik. Lorenzo bahkan lebih lambat 2,093 detik dari Maverick Vinales yang menjadi pembalap tercepat di hari pertama tes pramusim.

Parahnya, dalam tes tersebut, Lorenzo menempati posisi 21 dari 23 pembalap. Sebuah hasil mengejutkan dari salah satu pembalap papan atas di MotoGP.

Selain merasa tak nyaman, Lorenzo mengaku ia kurang fit lantaran lamanya waktu absen ditambah efek cedera yang dialaminya.

“Dengan cedera, saya butuh lebih banyak waktu di atas motor. Empat bulan itu lama, bahkan jika Anda berlatih sangat baik di gym, ketika di atas motor, Anda menggunakan otot yang berbeda,” kata Lorenzo.

“Saya tidak ambil banyak lap. Kami tidak sempat mencoba banyak hal, setelah apapun, apapun untuk meningkatkan motornya. Di level ergonomis, kami masih jauh dari rasa nyaman di motor, kami harus memperbaikinya,” ujar Lorenzo menambahkan.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini