Harusnya Barcelona Tak Rekrut Griezmann

Baca Juga

MATA INDONESIA, BARCELONA – Kandidat kuat presiden baru Barcelona, Victor Font mengomentari situasi Antoine Griezmann yang tak kunjung tampil bagus. Dia menyebut, harusnya Barcelona tak mendatangkan Griezmann.

Barcelona mendatangkan Griezmann dari Atletico Madrid di 2019 senilai 120 juta Euro atau sekitar 1,8 triliun Rupiah. Pemain asal Prancis itu diharapkan bisa menggantikan peran Neymar yang hengkang di 2017.

Di atas kertas, trisula Griezmann, Lionel Messi, dan Luis Suarez harusnya menakutkan bagi lawan. Faktanya tidak demikian. Di musim perdananya, Griezmann kesulitan menunjukkan kemampuan terbaiknya saat masih bersama Atletico.

Griezmann hanya mencetak 15 gol dari 48 penampilan di semua kompetisi. Musim ini, dia baru mengemas dua gol.

Font, yang merupakan kandidat kuat presiden baru Barcelona, mengatakan, harusnya Blaugrana tak mendatangkan Griezmann.

“Griezmann adalah perekrutan yang seharusnya tak dilakukan (Barcelona),” ungkap Font, dikutip dari Football Espana, Kamis 19 November 2020.

Di Barcelona, Griezmann selalu dimainkan sebagai penyerang sayap. Berbeda dengan di timnas Prancis, Griezmann ditempatkan sebagai penyerang tengah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

PP Tunas Buka Era Baru Perlindungan Anak Digital

Oleh: Damar Alamsyah )*Pemerintah resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalamPelindungan Anak atau PP Tunas sebagai tonggak penting dalammemperkuat perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan PP Tunas menandai perubahan pendekatan negara yang semakin adaptif terhadap tantangan perkembangan teknologi, sekaligusmenegaskan komitmen dalam menjaga generasi muda dari berbagairisiko di dunia maya.Regulasi PP Tunas hadir sebagai jawaban atas meningkatnya intensitaspenggunaan platform digital oleh anak dan remaja. Pemerintahmemandang ruang digital tidak lagi sekadar sarana hiburan, melainkantelah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang memerlukanpengaturan serius. Kebijakan negara melalui PP Tunas dirancang untukmemastikan ekosistem digital berjalan secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Kawiyan, menilai bahwakeberhasilan implementasi PP Tunas sangat ditentukan oleh kepatuhanplatform digital. Pandangan Kawiyan menegaskan bahwa seluruhketentuan dalam regulasi tersebut harus dijalankan secara konsisten oleh penyelenggara sistem elektronik agar perlindungan anak dapat terwujudsecara optimal.Kepatuhan platform digital mencakup berbagai aspek penting dalampengelolaan layanan. Kewajiban dalam PP Tunas meliputi klasifikasi usiapengguna, penentuan tingkat risiko layanan, serta pembatasan aksesberdasarkan usia sebagai instrumen perlindungan utama. Tanggungjawab platform...
- Advertisement -

Baca berita yang ini