Hari Lahir Pancasila, Yuk Kibarkan Bendera dan Ikut Upacara Virtual

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Setiap 1 Juni, masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebagai bentuk nasionalisme, pemerintah mengimbau masyarakat mengibarkan bendera Merah Putih satu tiang penuh.

Merujuk Surat Edaran (SE) Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 04 Tahun 2021 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2021 poin (d), Disebutkan, “seluruh perkantoran dan seluruh komponen masyarakat Indonesia mengibarkan Bendera Merah Putih selama 1 (satu) hari pada tanggal 1 Juni 2021.”

“Swasta, perkantoran, semua masyarakat kami imbau menaikkan bendera Merah Putih satu tiang, sebagai wujud nasionalisme kita dalam memperingati Hari Lahir Pancasila,” kata Kapuspen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Benni Irwan, Senin 31 Mei 2021.

Kepala daerah juga diminta mengajak warganya ikut menyaksikan upacara yang digelar secara virtual.

Upacara dapat diikuti melalui channel Youtube Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, termasuk Instagram dan Facebook resmi.

Kemudian, upacara juga disiarkan secara langsung oleh TVRI, dengan imbauan tetap mematuhi protokol kesehatan pencegah Covid-19.

Upacara dilaksanakan pada Selasa, 1 Juni 2021 pukul 07.45 WIB secara virtual kombinasi. Peringatan terpusat di Gedung Pancasila, Jakarta. Adapun Tema Peringatan pada tahun ini adalah ‘Pancasila dalam Tindakan, Bersatu untuk Indonesia Tangguh’.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini