Hadapi Taiwan, Lini Depan Timnas Indonesia Kurang Meyakinkan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pelatih Shin Tae-yong memanggil beberapa nama pemain depan untuk menghadapi Taiwan. Tapi, nama-nama tersebut belum tampil maksimal di Liga 1.

Timnas Indonesia akang menghadapi Taiwan di Play-Off Kualifikasi Piala Asia 2023 di Buriram, Thailand, 7 dan 11 Oktober.

Ada 30 pemain yang dibawa Shin Tae-yong untuk menghadapi Taiwan. Dari beberapa nama yang dipercaya mengisi lini depan, penampilan mereka di Liga 1 belum meyakinkan.

Empat pemain depan yang dipanggil adalah Kushedya Yudo, Dedik Setiawan, Taufik Hidayat, dan Hanis Saghara. Tidak ada nama top skorer sementara Liga 1, Ilija Spasojevic.

Dari empat nama pemain depan itu, hanya Hanis Saghara yang sudah mencetak gol di Liga 1. Sementara Spasojevin sudah mengemas lima gol.

“Memang, Ilija Spasojevic sempat saya panggil untuk beberapa kali pemusatan latihan Timnas Indonesia. Saat ini, performanya di Liga 1 cukup baik,” katanya.

“Dia juga menjadi top scorer sementara BRI Liga 1. Namun, pergerakan yang saya inginkan dengan gaya permainan dia itu berbeda. Dia juga sudah berumur. Saya mengakui kemampuan Ilija Spasojevic,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penyerahan Dana 11.4 T Bukti Ketegasan Hukum dan Integritas Pemerintah Selamatkan Aset Negara

Oleh: Ahmad SubarkahPemandangan tumpukan uang tunai senilai Rp11,4 triliun di Kantor Kejaksaan Agung pada Jumat, 10 April 2026, bukan sekadar seremonial birokrasi biasa yang kerap menghiasi layarkaca. Bagi publik yang jeli melihat arah kebijakan nasional, peristiwa tersebut adalah proklamasiatas babak baru penegakan hukum di Indonesia, yakni sebuah fase di mana hukum tidak hanyaberfungsi memenjarakan badan, tetapi juga secara agresif memulihkan urat nadi perekonomiannegara. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang baru berjalan sekitar satu setengahtahun, langkah strategis melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah menjelmamenjadi instrumen penyelamat fiskal yang sangat konkret dan terukur. Fenomena ini menandaipergeseran paradigma penegakan hukum dari yang bersifat retributif semata menjadi restitusifinansial yang masif demi kepentingan rakyat banyak.Langkah pemerintah dalam menarik denda administratif dan menyita aset hasil kejahatan sektorkehutanan merupakan jawaban cerdas sekaligus berani atas tantangan defisit anggaran yang sedang membayangi. Sebagaimana diketahui, data kuartal pertama tahun 2026 menunjukkanbahwa APBN per 31...
- Advertisement -

Baca berita yang ini