TANGERANG SELATAN, Minews – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan bersiap menggelar rangkaian acara pelantikan pengurus baru masa khidmat 2026-2031 yang dipadukan dengan agenda strategis berupa diskusi publik mendalam. Mengusung tema besar “Transformasi Digital dan Masa Depan NU: Digital Disruption dan Masa Depan Organisasi Keagamaan”, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026.
Acara penting yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, dan organisasi keagamaan ini akan dipusatkan di Graha Aswaja NU 2, yang berada di dalam kompleks Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PCNU Tangsel. Lokasi kegiatan bertempat di Komplek Perkantoran, Jalan Graha Raya Bintaro Nomor 1, Parigi Baru, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Banten. Sesi halaqoh strategis ini diagendakan mulai pukul 15.45 hingga 17.00 WIB.
Di tengah gelombang disrupsi digital yang bergerak secara masif dan cepat, organisasi kemasyarakatan keagamaan dituntut untuk tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi informasi. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, Tubagus Asep Nurdin, yang hadir sebagai salah satu narasumber kunci, menekankan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh langkah adaptif yang diambil oleh PCNU Tangsel.
“Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan administratif, melainkan sebuah keniscayaan mutlak bagi organisasi keagamaan sebesar Nahdlatul Ulama untuk terus hadir di tengah masyarakat, menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin, serta melayani umat secara lebih efektif dan efisien di ruang digital,” ujar Tubagus Asep Nurdin di Tangsel, Jumat 7 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Tubagus Asep Nurdin menyoroti pentingnya peran strategis kader NU dalam menjaga ruang digital agar tetap sehat, edukatif, serta jauh dari paparan disinformasi maupun berita bohong (hoax) yang kerap mengancam kohesi sosial di tengah masyarakat.
“Ruang digital kita hari ini dibanjiri oleh arus informasi yang deras dan tidak semuanya terverifikasi dengan baik. Oleh karena itu, kader-kader NU harus berada di garda terdepan dalam literasi digital, mampu menyaring informasi secara kritis, serta memproduksi narasi-narasi keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan bagi warganet,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Diskominfo Tangsel berkomitmen penuh untuk terus membuka ruang kolaborasi sinergis dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga keagamaan, guna mempercepat pemerataan pemahaman teknologi hingga ke tingkat akar rumput.
“Kami di Pemerintah Kota Tangerang Selatan, khususnya melalui Diskominfo, siap berjalan berdampingan dengan PCNU Tangsel. Kolaborasi ini sangat krusial agar program-program literasi digital pemerintah dapat terintegrasi dengan baik, sehingga masyarakat kita tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga subjek yang cerdas, produktif, dan berdaya saing di era digital,” tegasnya.
Selain Tubagus Asep Nurdin, forum halaqoh ini juga menghadirkan tokoh-tokoh nasional terkemuka untuk mengupas persoalan dari berbagai dimensi, yakni Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komdigi RI, Fifi Aleyda Yahya, serta Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D.. Jalannya diskusi interaktif ini akan dipandu secara langsung oleh Wakil Sekretaris PCNU Kota Tangerang Selatan, Dr. Hj. Diana Mutiah, M.A., selaku moderator.
Bagi masyarakat luas dan warga Nahdliyin yang berhalangan hadir secara langsung di lokasi, panitia telah menyediakan fasilitas penyiaran jarak jauh melalui siaran langsung (live streaming) di kanal resmi media sosial TVNU Tangsel. Momentum pelantikan dan halaqoh ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi penguatan peran strategis NU di era modern berbasis digital.

