Gubernur DIY Usulkan Bansos Seumur Hidup untuk Lansia, Pemkab Gunungkidul bakal Fasilitasi dengan Cara Ini

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Pengusulan Gubernur DIY, Sri Sultan HB X terkait memberikan bantuan sosial (bansos) seumur hidup kepada warganya yang lanjut usia (lansia) mendapat respon dari sejumlah Pemkab dan Pemkot.

Bansos seumur hidup itu nantinya diberikan kepada lansia yang memang sudah tak produktif lagi.

Menanggapi terkait usulan dari Gubernur yang juga sebagai Raja Keraton Jogja, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Gunungkidul, Asti Wijayanti mengaku belum sepenuhnya mendengar hal itu.

“Kalau untuk usulan itu belum kami terima ya, mungkin masih wacana. Tapi kalau memang dilakukan kami segera buat skema pembagiannya,” terang dia dihubungi, Selasa 31 Januari 2023.

Lebih lanjut, meski belum mendengar rencana itu, Pemkab Gunungkidul sudah melakukan sejumlah program bantuan yang sasarannya adalah lansia.

Asti menyebutkan bahwa lansia di Gunungkidul tercatat ada 1.760 orang yang terlantar.

Beberapa program yang sudah Pemkab lakukan adalah penyaluran bantuan permakanan kepada lansia yang sudah tak lagi produktif.

“Program bansos dan permakaman masih jalan tahun ini (2023) terus kami lakukan,” kata dia.

Asti mengatakan rencana Gubernur DIY sendiri adalah muara dari DIY sebagai provinsi yang paling miskin di Pulau Jawa. Hal ini juga menjadi programnya untuk mengubah status tersebut.

“Sudah kami siapkan program-programnya. Mudah-mudahan jumlah keluarga miskin nanti bisa banyak berkurang,” kata dia.

Asti juga menegaskan pengentasan kemiskinan tak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Sehingga perlu keterlibatan dan kerjasama lintas sektor termasuk peran Pemerintah Pusat untuk menekan angka kemiskinan yang tercatat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini