Gorontalo Dilanda Gempa 4,6 SR, Masyarakat Diminta Tak Panik

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Gempa bumi berkekuatan Magnitude 4,6 menguncang wilayah Gorontalo pada Minggu 12 Mei 2019, pukul 07.43 Wita. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Stasiun Geofisika Manado, Abraham Mustamu.

Ia mengatakan lokasi episenter gempabumi terletak di koordinat 0,63 LU dan 122,3 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 12 km arah barat laut Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Propinsi Gorontalo pada kedalaman 91 kilometer.

Menurutnya jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi kedalaman menengah akibat aktivitas subduksi lempeng Laut Sulawesi.

Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Limboto Kabupaten Gorontalo dan Kota Gorontalo II-III MMI.

Hingga pukul 08.00 WIB, Hasil monitoring Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

BMKG mengimbau kepada masyarakat di sekitar wilayah Gorontalo agar tetap tenang, dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (iOS dan Android @infobmkg),” katanya.

Berita Terbaru

Hilirisasi Papua Jalan Strategis Menuju Kebangkitan Ekonomi Timur Indonesia

Oleh: Petrus Yoman Kambu* Hilirisasi di Papua kini tampil sebagai wajah baru pembangunan nasional yang berkeadilan dan berorientasi masa depan. Kebijakan ini bukan sekadar strategi ekonomiteknokratis, melainkan manifestasi nyata komitmen negara untuk memastikan bahwakekayaan alam Papua dikelola secara berdaulat, bernilai tambah tinggi, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Di tengah dinamikaglobal yang kompetitif, langkah terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintahdaerah, dan investor internasional menunjukkan bahwa Papua tidak lagi ditempatkansebagai hinterland komoditas mentah, tetapi sebagai episentrum pertumbuhan baruyang diperhitungkan di pasar dunia. Langkah konkret tersebut tercermin dari fasilitasi pertemuan 21 investor Eropa denganperwakilan daerah penghasil kakao seperti Kepulauan Yapen, Jayapura, dan ManokwariSelatan. Forum ini membahas pengembangan industri kakao secara komprehensif darihulu hingga hilir, termasuk penetrasi pasar ekspor. Anggota Komite EksekutifPercepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Billy Mambrasar, menegaskan bahwaPapua Sehat, Papua...
- Advertisement -

Baca berita yang ini