Gol Kessie Antar Milan Rebut Posisi ke-4 Klasemen Liga Italia

Baca Juga

MILAN, SAN SIRO – Gelandang AC Milan, Franck Kessie menjadi pahlawan bagi timnya di laga pekan ke-32 Liga Italia. Tendangan penaltinya berhasil mengantarkan timnya menang 1-0 melawan Lazio di Stadion San Siro, Milan, Italia, Minggu 14 April 2019, dini hari WIB.

Lazio sendiri sempat berpeluang memnbuka keunggulan di pengujung babak pertama. Yakni ketika Luis Alberto berhadapan satu lawan satu dengan kiper Pepe Reina, namun tembakannya membentur tiang gawang.

Penalti itu diperoleh Milan ketika Riza Durmisi menjatuhkan Mateo Musacchio dalam duel udara dan Kessie mengeksekusinya dengan dingin demi mengecoh kiper Thomas Strakosha yang melompat ke arah berlawanan, demikian catatan laman resmi Liga Italia.

Dua menit sebelumnya, wasit Gianluca Rocchi juga sempat menunjuk titik putih karena menganggap bek Lazio Francesco Acerbi menyentuh bola umpan silang Hakan Calhanoglu dengan tangannya di dalam kotak penalti. Namun, Rocchi menganulir keputusannya setelah meninjau tayangan ulang VAR.

Sementara mesin gol Milan, Krzysztof Piatek, dipaksa menyudahi pertandingan tanpa namanya di papan skor, setelah sundulannya pada menit ke-62 terlalu lemah dan mudah dihentikan Strakosha. Begitu juga pada menit ke-71, Strakosha kembali menggagalkan peluang Piatek.

Strakosha juga berhasil melakukan penyelamatan penting pada menit kedua injury time, menghentikan tembakan lengkung Suso.

Sementara pelatih Lazio, Simone Inzaghi, diberi kartu merah oleh wasit lantaran melancarkan protes keras atas kartu kuning yang diterima Luis Alberto pada menit ke-86.

Kemenangan yang diraih berhasil membawa tim besutan Gennaro Gatusso kembali ke peringkat keempat klasemen dengan koleksi 55 poin, setelah sempat tergusur oleh AS Roma (54) selama kurang lebih dua jam.

Sementara itu, Lazio (49) harus rela turun ke urutan kedelapan.

Berikut susunan pemain AC Milan Vs Lazio:

AC Milan (4-3-3): Pepe Reina; Davide Calabria (Diego Laxalt), Mateo Musacchio, Alessio Romagnoli (Cristian Zapata), Ricardo Rodriguez; Franck Kessie, Tiemoue Bakayoko, Hakan Calhanoglu; Suso, Krzysztof Piatek (Patrick Cutrone), Fabio Borini
Pelatih: Gennaro Gattuso

Lazio (3-5-1-1): Thomas Strakosha; Luiz Felipe, Francesco Acerbi, Bastos (Marco Parolo); Romulo, Sergej Milinkovic-Savic, Lucas Leica, Luis Alberto, Senad Lulic (Riza Durmisi); Joaquin Correa (Felipe Caicedo); Ciro Immobile
Pelatih: Simone Inzaghi

Berita Terbaru

Mendukung Disiplin Operasional Demi Integritas MBG

Oleh : Rivka Mayangsari*) Komitmen negara dalam membangun generasi sehat dan unggul tidak hanya diwujudkan melaluikebijakan besar, tetapi juga melalui disiplin operasional di lapangan. Inilah yang kini ditegaskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatanpengawasan dan penegakan aturan menjadi langkah nyata untuk memastikan setiap proses berjalan sesuaistandar, transparan, dan berorientasi pada kepentingan anak-anak Indonesia sebagai penerima manfaatutama. Salah satu fokus utama BGN adalah penegakan disiplin penggunaan mobil operasional Satuan PelayananPemenuhan Gizi (SPPG). Kendaraan tersebut secara tegas dilarang digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti berbelanja atau urusan lain di luar distribusi MBG. Mobil operasional merupakan bagian vital darirantai distribusi makanan bergizi. Penyimpangan sekecil apa pun berpotensi mengganggu efektivitas dan kredibilitas program. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dalam Rapat Koordinasi bersama Kepala SPPG, PengawasKeuangan, dan Pengawas Gizi se-Solo Raya, menegaskan pentingnya penggunaan kendaraan sesuaiperuntukannya. Ketegasan BGN bukan sekadar imbauan administratif. Nanik yang juga membidangiKomunikasi Publik dan Investigasi menegaskan sanksi tegas bagi Kepala SPPG yang terbukti melanggaraturan. Ancaman sanksi ini mencerminkan keseriusan BGN dalam menjaga marwah program strategisnasional. MBG bukan sekadar distribusi makanan, melainkan investasi negara terhadap kualitas sumberdaya manusia. Karena itu, integritas pelaksanaannya tidak boleh ditawar. BGN juga menekankan pentingnya independensi Kepala SPPG. Mereka diminta menolak tegas jika adamitra atau pemasok yang mencoba memanfaatkan kendaraan operasional untuk kepentingan di luardistribusi MBG. BGN menegaskan bahwa pemasok wajib menyediakan kendaraan sendiri untukmengangkut bahan pangan ke dapur SPPG. Ketegasan ini bertujuan menghindari konflik kepentingan dan memastikan tidak ada celah penyimpangan dalam rantai logistik. Dengan menjaga independensi, Kepala SPPG dapat fokus pada misi utama: memastikan makanan bergizisampai tepat waktu dan dalam kondisi aman kepada anak-anak penerima manfaat. Disiplin operasionalbukan sekadar soal aturan teknis, tetapi bagian dari etika pelayanan publik yang mengutamakankepentingan masyarakat. Selain kendaraan operasional, BGN memberi perhatian besar pada pengawasan bahan baku pangan. Proses penerimaan bahan baku di dapur SPPG dinilai sebagai titik krusial dalam menjaga keamananpangan. Pengawas Gizi, Pengawas Keuangan,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini