Gerindra Dukung Jokowi Bangun Istana di Papua

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang akan membangun Istana Negara di Papua mendapat dukungan dari Ketua DPP Partai Gerindra Habiburokhman. Menurutnya dengan adanya Istana Negara di Papua akan membuat perhatian negara ke Papua menjadi lebih intensif.

“Kita dukung saja karena memang wajar kalau kita punya Istana di Papua, agar bisa lebih intensif lagi kita perhatikan Papua,” ujarnya.

Habiburokhman pun mengingatkan agar pembangunan Istana di Papua diiringi dengan langkah yang strategis dan revolusioner. Menurutnya, gejolak yang terjadi di Papua dalam beberapa waktu ke belakang disebabkan langkah-langkah yang terlalu biasa terhadap Papua.

“Perlu dengar baik-baik aspirasi seluruh elemen masyarakat Papua, apa yang menurut mereka mendesak untuk dilakukan,” katanya.

Rencana pembangunan Istana di Papua ini muncul saat Jokowi menerima tokoh-tokoh Papua di Istana Negara, Jakarta. Ada 10 poin aspirasi tokoh-tokoh Papua yang disampaikan di depan Jokowi. Satu persatu aspirasi itu dikabulkan.

Tiba di poin ke-10, yaitu permintaan pembangunan Istana di Papua, Presiden Jokowi tak langsung menjawab. Jokowi terlebih dulu berbisih-bisik dengan Mensesneg Pratikno dan juga Menko Polhukam Wiranto.

Setelah berbisik-bisik sekitar 30 detik, Presiden kemudian mengabulkan permintaan itu. “Mulai tahun depan Istananya mulai dibangun,” ujar Jokowi.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini