Geram dengan Pemerintahan, KAMI Karawang Minta Jokowi Mundur!

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARAWANG – Karut marut sejumlah persoalan di Indonesia saat ini. Mulai dari krisis minyak goreng, harga bahan pokok yang terus melambung tinggi, tenaga kerja asing khususnya dari Cina hingga persoalan ideologi Pancasila.

Presidiunm Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Karawang Elyasa Budiyanto menyatakan sebaiknya Presiden Joko Widodo mundur dari jabatannya. ”Kita bisa lihat lah saat ini, harga bahan pokok pada naik, BBM. Rakyat makin sengsara, belum lagi urusan TKA Ilegal asal Cina yang sudah masuk ke Indonesia,” katanya.

Masuknya TKA Ilegal asal Cina menurutnya merupakan upaya agar Komunis kembali hidup di Indonesia. Ia juga mengaku pernah melihat bendera merah putih yang rusak pada salah satu proyek Kereta Cepat Indonesia Cina di Purwakarta. Di mana pada proyek tersebut juga terdapat TKA asal Cina.

”KAMI terus berjuang dan tidak memberikan celah sedikitpun untuk Komunisme. Saya melihat di salah satu proyek KCIC di Purwakarta, bendera kita rusak dan seolah-olah tak ada perbaikan. Kebetulan di sana juga banyak TKA asal Cina. Selama ini tidak pernah ada penjelasan resmi dari pemerintah,” katanya.

Pihaknya juga masih menuggu keputusan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang saat ini tertunda perancangannya. KAMI Karawang tegas menolak adanya RUU HIP. ”Ada indikasi akan mengubah Pancasila menjadi Trisila bahkan Ekasila,” ujarnya.

Reporter: Rizky Aulia 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Minyakita dan Strategi Pemerintah Menjaga Keseimbangan Pasar

Oleh : Antonius UtomoMinyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan tingkat konsumsi minyak goreng yang tinggi, stabilitas harga dan ketersediaan produk inimenjadi perhatian utama pemerintah. Dalam konteks tersebut, program Minyakita hadir sebagaiinstrumen strategis untuk memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga keberlangsungan industri sawit dan minyakgoreng nasional.Sejak diperkenalkan sebagai minyak goreng rakyat, Minyakita dirancang untuk menjadi solusiatas fluktuasi harga minyak goreng yang kerap terjadi akibat dinamika pasar global maupundomestik. Keberadaan Minyakita tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat, tetapijuga menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan keseimbangan antara kepentingankonsumen, produsen, distributor, dan pelaku usaha di seluruh rantai pasok. Dengan demikian, Minyakita menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasionalyang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.Kementerian Perdagangan bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus memperkuatmekanisme distribusi agar Minyakita dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia secara lebihefektif. Dalam pelaksanaannya, pemerintah melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN pangan seperti Bulog dan ID Food, guna memperluas jaringan distribusi dan memperkuatpengawasan terhadap penyaluran minyak goreng rakyat. Langkah ini menjadi bagian daristrategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa manfaat program Minyakita dapatdirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai daerah.Upaya tersebut menunjukkan bahwa pengendalian harga tidak semata-mata dilakukan melaluipenetapan Harga Eceran Tertinggi (HET), tetapi juga melalui pembenahan tata niaga dan rantaidistribusi. Pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa perbedaan harga di tingkat konsumen sering kali dipengaruhi oleh hambatan distribusi, biaya logistik, dan keterbatasan pasokan di wilayah tertentu....
- Advertisement -

Baca berita yang ini