Ganjar Pranowo Temukan Potensi Kasus Covid19 di Kudus Bisa Melonjak

Baca Juga

MATA INDONESIA, KUDUS – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berhasil membongkar salah satu penyebab penularan Covid19 di Kabupaten Kudus tinggi yaitu rumah sakit membolehkan pasien positif Covid19 ditunggui keluarganya yang sehat dalam satu ruangan.

“Ini jelas menyalahi aturan. Pasien covid-19 tidak boleh ditunggui oleh keluarga yang sehat. Kenapa? Nanti yang sehat jadi ketularan,” ujar Ganjar melalui akun YouTubenya yang dilihat, Rabu 2 Juni 2021.

Kondisi itu ditemukan Ganjar saat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah rumah sakit di Kudus.

Ganjar pun langsung memerintahkan manajemen rumah sakit mengubah aturan itu. Pasien positif Covid19 dilarang ditunggui kerabatnya yang sehat.

Jika ada kondisi tertentu yang membuat anggota keluarga yang sehat harus menemaninya, harus mengenakan APD lengkap seperti dipakai tim dokter.

Ganjar tidak ingin kekeliruan sepele seperti itu membuat pertambahan pasien positif Covid19 di Kudus melonjak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini