Galau, Sandy Tumiwa Akui Konsumsi Sabu 2 Hari Sekali

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Mantan suami aktris dari Thesa Kaunang, Sandy Tumiwa mengakui konsumsi narkoba karena galau. Dirinya memesan barang haram itu dua hari sekali dari pemasok berinisial IF selama satu tahun terakhir.

“lagi galau, urusan pribadi,” katanya yang mengenakan baju tahanan, dalam rilis kasus narkoba di Polsek Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 2 Mater 2019.

Dirinya mengaku tak rutin mengonsumsi sabu dan menyesal terjerat narkoba. Polisi menetapkan dirinya dan rekannya, Mikhael, sebagai tersangka kepemilikan narkoba. Pasal yang dikenakan adalah Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 132 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pasal 112 mengatur ancaman pidana terkait kepemilikan narkotika golongan I. Ancaman pidana penjaranya paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun.

Penangkapan Sandy dilakukan pada pukul 02.30 WIB, Jumat 1 Maret 2019, di sebuah hotel di kawasan Jaksel. Polisi menyita 0,23 gram sabu dan alat isap (bong) sebagai barang bukti.

“Berdasarkan pengakuan penyuplai, ST ini memesan sabu dua hari sekali, sebanyak setengah gram selama setahun terakhir kurang-lebih,” ujar Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian Rishadi kepada wartawan di Polsek Menteng, Jakarta Pusat.

Berita Terbaru

Percepatan Pembangunan Sekolah Rakyat Wujud Komitmen Pemerataan Pendidikan

Oleh: Eldian Arif )*Komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan terus ditunjukkan melalui percepatan pembangunan Program Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Program yang menjadi salah satu prioritas PresidenPrabowo Subianto tersebut tidak hanya berorientasi pada penyediaan fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh anak Indonesia, khususnya dari keluarga kurang mampu, memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas.Pembangunan Sekolah Rakyat menjadi jawaban atas tantangan ketimpangan akses pendidikan yang masih ditemui di sejumlah wilayah. Melalui program ini, pemerintah berupaya menghadirkan saranapendidikan yang lebih merata sehingga anak-anak yang selama inimenghadapi hambatan ekonomi maupun geografis dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak.Keseriusan pemerintah terlihat dari upaya percepatan pembangunan yang dilakukan di berbagai daerah. Di Kota Subulussalam, Aceh, misalnya, pembangunan Sekolah Rakyat terus digenjot meskipun menghadapitantangan logistik yang cukup besar. Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa lokasi proyek yang berada di wilayah perbatasan menyebabkan distribusi material konstruksi membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan daerah lain.Meski demikian, pemerintah tidak menjadikan kendala tersebut sebagaialasan untuk memperlambat pembangunan. Dody menyampaikan bahwaberbagai langkah inovatif dilakukan guna menjaga target penyelesaianproyek tetap tercapai. Salah satunya melalui optimalisasi penggunaanstruktur beton pada sejumlah bagian bangunan untuk mengurangiketergantungan terhadap material baja yang pengirimannya lebihkompleks.Dukungan percepatan juga dilakukan melalui pengiriman material lewatberbagai jalur distribusi, penyediaan fasilitas produksi beton di lokasiproyek, penambahan alat berat, serta dukungan personel di lapangan. Pendekatan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikanpembangunan tidak terhambat oleh tantangan teknis yang muncul selamapelaksanaan.Keberadaan Sekolah Rakyat di Subulussalam nantinya akan menjadikawasan pendidikan terpadu yang dilengkapi fasilitas lengkap mulai darigedung sekolah untuk berbagai jenjang pendidikan, asrama siswa, hunianguru, tempat ibadah, sarana olahraga, hingga berbagai fasilitaspendukung lainnya. Kehadiran infrastruktur yang memadai diharapkanmampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif bagipeserta didik.Percepatan pembangunan juga terlihat di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini